impartiality
impartiality merujuk pada kualitas seseorang atau suatu lembaga yang tidak memihak, tidak memiliki prasangka, dan memperlakukan semua pihak dengan adil. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai ketidakberpihakan atau objektivitas. Nuansa utamanya adalah ketiadaan bias, di mana keputusan diambil berdasarkan fakta objektif daripada preferensi pribadi atau tekanan eksternal.
Perbedaan Nuansa dengan Kata Serupa
Sering kali terjadi kerancuan antara impartiality dengan neutrality. Meskipun keduanya tampak serupa, terdapat perbedaan halus dalam penggunaannya:
impartiality lebih menekankan pada keadilan dan kejujuran dalam memberikan penilaian atau keputusan. Seorang hakim harus memiliki impartiality agar putusannya adil bagi semua pihak.
neutrality lebih merujuk pada posisi tidak terlibat atau tidak mengambil sisi dalam sebuah konflik atau perdebatan. Misalnya, sebuah negara mungkin mengambil posisi neutrality dalam perang antara dua negara lain.
Konteks Penggunaan dan Contoh
Kata ini sangat umum digunakan dalam konteks hukum, jurnalisme, dan manajemen sumber daya manusia. Penggunaannya menekankan pada integritas moral dan profesionalisme.
Benar: The judge's impartiality is crucial for a fair trial. (Ketidakberpihakan hakim sangat penting untuk persidangan yang adil.)
Salah: Menggunakan impartiality untuk menggambarkan seseorang yang hanya tidak peduli atau apatis terhadap suatu masalah. impartiality adalah bentuk keadilan yang aktif, bukan ketidakpedulian.
Secara tata bahasa, impartiality adalah kata benda abstrak yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Kualitas memperlakukan semua saingan atau pihak yang bersengketa secara setara; keadilan
The judge was praised for her strict impartiality during the trial.
Hakim tersebut dipuji karena ketidakberpihakannya yang ketat selama persidangan.