justice
Justice membawa bobot moral yang besar, memadukan ketepatan hukum yang kaku dengan keinginan manusia akan kewajaran. Kata ini bukan sekadar tentang mengikuti aturan, melainkan tentang mencapai hasil yang 'benar' di mana setiap pihak mendapatkan apa yang seharusnya mereka terima.
Dalam konteks hukum, kata ini sering kali terasa klinis dan prosedural, dengan fokus pada pemberian hukuman atau restitusi. Namun, ketika digunakan dalam konteks sosial atau politik (misalnya, "keadilan sosial"), maknanya bergeser menjadi sebuah cita-cita etis yang bertujuan untuk memperbaiki ketidakseimbangan sistemik.
Berbeda dengan fairness (kewajaran), yang bisa bersifat santai atau subjektif (seperti membagi kue), keadilan biasanya dipandang sebagai standar formal, objektif, dan terinstitusi. Hal ini menyiratkan adanya otoritas yang lebih tinggi—baik itu seorang hakim, pemerintah, maupun hukum moral universal.
Uncountable when discussing the abstract ideal of fairness or the legal system ('fighting for justice'). Countable when referring to a specific high-ranking judge on a court ('a Justice of the Supreme Court').
Meanings
Kualitas bersikap adil dan masuk akal; penerapan hukum untuk menjaga kualitas tersebut
"The protesters marched in the streets demanding social justice for all citizens."
Para pengunjuk rasa berbaris di jalanan menuntut keadilan sosial bagi seluruh warga negara.
Seorang hakim, terutama yang bertugas di mahkamah agung
"Justice Sonia Sotomayor delivered the majority opinion of the court."
Hakim Sonia Sotomayor menyampaikan opini mayoritas pengadilan.
Sistem hukum secara keseluruhan; proses penentuan bersalah atau tidaknya seseorang dan penerapan hukuman
"He spent ten years in prison before justice was finally served."
Dia menghabiskan sepuluh tahun di penjara sebelum peradilan akhirnya ditegakkan.