defeatism
defeatism merujuk pada kondisi psikologis atau sikap mental di mana seseorang atau kelompok sudah merasa kalah bahkan sebelum perjuangan benar-benar selesai. Kata ini tidak sekadar berarti "kekalahan", melainkan sebuah pola pikir yang meyakini bahwa kegagalan adalah sesuatu yang tidak terhindarkan, sehingga mereka berhenti berusaha atau menyerah begitu saja.
Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "sikap menyerah". Perlu diperhatikan bahwa defeatism memiliki konotasi negatif; ini sering dianggap sebagai kelemahan karakter atau kurangnya tekad, berbeda dengan sikap realistis yang menilai situasi berdasarkan fakta objektif.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Sangat penting untuk membedakan defeatism dengan kata-kata yang memiliki makna serupa namun nuansa berbeda:
pessimism: Meskipun keduanya berkaitan dengan pandangan negatif, pessimism adalah kecenderungan umum untuk mengharapkan hasil terburuk dalam berbagai situasi. Sementara itu, defeatism lebih spesifik pada tindakan menyerah atau penghentian upaya karena keyakinan bahwa kemenangan sudah mustahil.
realism: Seseorang yang realistis mungkin mengakui bahwa peluang menang itu kecil, tetapi mereka tetap akan mencoba strategi terbaik. Sebaliknya, seseorang dengan sikap defeatism akan berhenti mencoba karena menganggap usaha tersebut sia-sia.
Contoh penggunaan yang tepat:
Benar: His defeatism was contagious, bringing down the morale of the entire team. (Sikap menyerahnya menular, meruntuhkan semangat seluruh tim.)
Salah: The team suffered a defeatism in the final match. (Dalam konteks ini, seharusnya menggunakan defeat karena merujuk pada peristiwa kekalahan fisik/skor, bukan sikap mental.)
Konteks Penggunaan dan Tata Bahasa
Kata ini biasanya digunakan dalam konteks politik, militer, atau manajemen organisasi untuk menggambarkan penurunan moral yang drastis. Secara tata bahasa, defeatism adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Penggunaan umum meliputi frasa seperti fighting defeatism (melawan sikap menyerah) atau a streak of defeatism (sekilas sikap menyerah).
Meanings
Penerimaan atas kekalahan tanpa perlawanan, atau keyakinan terus-menerus bahwa kegagalan tidak dapat dihindari terlepas dari upaya yang dilakukan
The team's lack of confidence quickly spiraled into a sense of defeatism that ruined their chances of winning.
Kurangnya kepercayaan diri tim tersebut dengan cepat berkembang menjadi sikap menyerah yang menghancurkan peluang mereka untuk menang.