collapse
Kata collapse memiliki cakupan makna yang luas, mulai dari kerusakan fisik hingga kegagalan sistemik. Bagi penutur bahasa Indonesia, tantangan utamanya adalah memilih antara kata "runtuh", "pingsan", atau "jatuh" tergantung pada konteksnya. Secara fisik, collapse digunakan ketika sebuah struktur kehilangan integritasnya dan jatuh ke bawah, seperti bangunan yang hancur akibat gempa. Namun, ketika digunakan untuk manusia, kata ini lebih merujuk pada kondisi medis atau fisik di mana seseorang kehilangan kesadaran atau kekuatan secara tiba-tiba.
Nuansa Makna dan Konteks Penggunaan
Dalam konteks abstrak, collapse menggambarkan kegagalan total yang terjadi secara cepat. Misalnya, dalam ekonomi atau politik, kata ini tidak berarti "jatuh" secara fisik, melainkan hancurnya sebuah sistem atau organisasi. Penting untuk membedakan collapse dengan fall atau drop. Sementara fall bisa berarti jatuh secara umum, collapse selalu menyiratkan adanya kerusakan struktur atau kegagalan fungsi yang fatal.
collapse (runtuh/hancur): Digunakan untuk bangunan atau sistem ekonomi yang gagal total.
fall (jatuh): Lebih umum dan tidak selalu menyiratkan kehancuran struktur.
faint (pingsan): Mirip dengan collapse dalam konteks medis, tetapi collapse sering kali mencakup tindakan fisik jatuh ke lantai, sedangkan faint lebih fokus pada hilangnya kesadaran.
Kekeliruan Terjemahan yang Umum
Kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan kata "runtuh" untuk semua konteks collapse. Dalam bahasa Inggris, jika seseorang mengalami kelelahan hebat dan jatuh pingsan, penggunaan kata "runtuh" dalam bahasa Indonesia akan terdengar sangat tidak alami. Gunakanlah "pingsan" atau "terkapar" untuk manusia, dan "runtuh" untuk benda mati atau sistem.
❌ Salah: Dia runtuh karena kelelahan. (Terjemahan literal dari He collapsed from exhaustion)
✅ Benar: Dia pingsan karena kelelahan.
❌ Salah: Ekonomi negara itu pingsan. (Terjemahan literal dari The country's economy collapsed)
✅ Benar: Ekonomi negara itu runtuh.
Secara tata bahasa, collapse dapat berfungsi sebagai kata kerja (verb) maupun kata benda (noun). Sebagai kata kerja, ia bersifat intransitif (tidak membutuhkan objek) saat menggambarkan sesuatu yang runtuh dengan sendirinya, namun bisa menjadi transitif saat merujuk pada tindakan melipat sesuatu agar lebih ringkas.
Countable when referring to a specific event of falling, such as a building collapse. Uncountable when referring to the general state of failure, such as the collapse of civilization.
Meanings
Jatuh secara tiba-tiba karena kurangnya kekuatan, kegagalan struktural, atau kehilangan kesadaran secara mendadak
The old building collapsed during the earthquake.
Bangunan tua itu runtuh saat terjadi gempa bumi.
Melipat atau meratakan suatu struktur agar memakan lebih sedikit ruang
You can collapse the chair for easier storage.
Kamu bisa melipat kursi itu agar lebih mudah disimpan.
Gagal secara tiba-tiba dan menyeluruh, seperti pada sistem, ekonomi, atau negosiasi
The peace talks collapsed after the latest round of disagreements.
Pembicaraan damai gagal setelah putaran perselisihan terbaru.
Kejatuhan tiba-tiba dari sebuah bangunan, jembatan, atau struktur lainnya
The collapse of the bridge caused massive traffic delays.
Keruntuhan jembatan tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah.
Kegagalan tiba-tiba dari sebuah institusi, sistem, atau ekonomi
The collapse of the Soviet Union changed the global political landscape.
Kejatuhan Uni Soviet mengubah lanskap politik global.
Kehilangan kesadaran atau kekuatan fisik secara tiba-tiba
The runner suffered a total collapse just before the finish line.
Pelari itu mengalami pingsan total tepat sebelum garis finis.
Examples
The old roof finally collapsed under the weight of the snow.
Atap tua itu akhirnya runtuh karena beratnya salju.
You can collapse the telescope to fit it in your bag.
Kamu bisa melipat teleskop itu agar muat di dalam tasmu.
The fragile ceasefire collapsed after a series of border skirmishes.
Gencatan senjata yang rapuh itu gagal setelah serangkaian bentrokan perbatasan.
The sudden collapse of the stadium roof shocked the city.
Keruntuhan mendadak atap stadion tersebut mengejutkan seluruh kota.
Investors feared a total collapse of the national banking system.
Para investor mengkhawatirkan kejatuhan total sistem perbankan nasional.
The heat caused the athlete to suffer a sudden collapse.
Cuaca panas menyebabkan atlet tersebut mengalami pingsan mendadak.