D
Dicread
HomeDictionaryCconcupiscence

concupiscence

hawa nafsu / ketamakan
Noun

concupiscence adalah istilah yang sangat formal dan memiliki konotasi teologis atau filosofis yang kuat. Kata ini tidak digunakan dalam percakapan sehari-hari, melainkan lebih sering ditemukan dalam teks keagamaan, hukum kanonik, atau risalah etika. Secara semantik, kata ini merujuk pada kecenderungan manusia untuk menginginkan sesuatu secara berlebihan, terutama terkait dengan hawa nafsu seksual atau ketamakan terhadap materi duniawi.

Dalam bahasa Indonesia, kata ini dapat diterjemahkan menjadi "hawa nafsu" atau "ketamakan", namun penting untuk dipahami bahwa concupiscence sering kali dipandang sebagai "dorongan internal" yang dianggap berbahaya atau berdosa jika tidak dikendalikan. Hal ini berbeda dengan kata desire yang bersifat netral, atau lust yang lebih spesifik merujuk pada gairah seksual yang intens.

Nuansa Makna dan Perbandingan

Perbedaan utama antara concupiscence dengan kata serupa adalah cakupannya. Sementara lust hampir selalu berkaitan dengan seksualitas, concupiscence mencakup spektrum keinginan duniawi yang lebih luas, termasuk keinginan rakus akan kekuasaan atau harta benda (ketamakan).

lust berfokus pada gairah seksual yang tidak terkendali.
greed berfokus pada keinginan memiliki lebih banyak harta daripada yang dibutuhkan.
concupiscence merupakan istilah payung yang mencakup keduanya dalam konteks moralitas atau spiritualitas.

Contoh penggunaan yang tepat:
Benar: The monk sought to overcome his concupiscence through meditation. (Biksu itu berusaha mengatasi hawa nafsunya melalui meditasi.)
Salah: I have a concupiscence for chocolate. (Penggunaan ini salah karena concupiscence terlalu berat dan formal untuk keinginan sederhana terhadap makanan; gunakan craving atau desire.)

Konteks Penggunaan dan Jebakan Terjemahan

Bagi penutur bahasa Indonesia, tantangan utama adalah menghindari penggunaan kata ini dalam situasi kasual. Jika Anda menerjemahkannya sebagai "keinginan", Anda akan kehilangan nuansa "dorongan berdosa" yang melekat pada kata aslinya. Pastikan untuk menggunakan istilah "hawa nafsu" atau "ketamakan" untuk mempertahankan bobot moral dari kata tersebut.

Secara tata bahasa, concupiscence adalah kata benda tak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak. Kata ini biasanya dipasangkan dengan kata kerja seperti overcome (mengatasi), curb (menahan), atau succumb to (tunduk pada).

Meanings

Nounhawa nafsu

Keinginan seksual yang kuat atau syahwat

His heart was filled with an uncontrollable concupiscence.

Hatinya dipenuhi dengan hawa nafsu yang tidak terkendali.

Nounketamakan

Keinginan atau kerinduan yang sangat kuat terhadap kesenangan duniawi dan harta benda

The ascetic lifestyle was designed to purge the soul of all concupiscence.

Gaya hidup asketis dirancang untuk membersihkan jiwa dari segala ketamakan.

Related Words

Last Updated: June 20, 2026Report an Error