stoicism
Kata stoicism memiliki dua dimensi makna yang berbeda namun saling berkaitan. Pertama, dalam penggunaan sehari-hari, kata ini merujuk pada sikap ketabahan atau keteguhan hati seseorang. Ini menggambarkan kondisi di mana seseorang mampu menanggung penderitaan, rasa sakit, atau kemalangan tanpa mengeluh dan tanpa menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan. Dalam konteks ini, stoicism sering dianggap sebagai bentuk kekuatan mental atau pengendalian diri yang luar biasa.
Kedua, dalam konteks akademis atau sejarah, stoicism merujuk pada aliran filsafat kuno yang spesifik. Berbeda dengan sekadar "bersikap tabah", filsafat stoisisme adalah sistem pemikiran terstruktur yang mengajarkan bahwa kebahagiaan dicapai dengan hidup selaras dengan alam dan membedakan antara hal-hal yang bisa kita kendalikan dan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan antara stoicism dengan kata patience (kesabaran). Meskipun keduanya melibatkan ketenangan, patience lebih menekankan pada kemampuan menunggu atau menoleransi gangguan tanpa menjadi marah. Sementara itu, stoicism lebih menekankan pada ketidakterikatan emosional dan keteguhan mental dalam menghadapi penderitaan yang berat.
patience: Menunggu antrean panjang dengan tenang.
stoicism: Tetap tenang dan tidak mengeluh meskipun sedang mengalami kehilangan besar atau rasa sakit fisik yang hebat.
Konteks Penggunaan
Dalam percakapan formal, stoicism digunakan untuk memuji karakter seseorang yang sangat tangguh. Namun, dalam diskusi intelektual, kata ini akan merujuk pada praktik filosofis. Perhatikan bahwa dalam bahasa Indonesia, istilah "stoisisme" sudah diserap sebagai istilah teknis untuk aliran filsafat tersebut, sehingga penggunaannya dalam konteks filosofis sudah sangat umum.
Benar: "Dia menunjukkan stoicism yang luar biasa saat menghadapi penyakitnya." (Merujuk pada sikap tabah)
Benar: "Buku ini membahas prinsip-prinsip stoicism dari Marcus Aurelius." (Merujuk pada aliran filsafat)
Secara tata bahasa, stoicism adalah kata benda tak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Ketabahan dalam menghadapi rasa sakit atau kesulitan tanpa menunjukkan perasaan dan tanpa mengeluh
His stoicism in the face of tragedy amazed his family.
Stoisismenya dalam menghadapi tragedi membuat keluarganya takjub.
Aliran filsafat Hellenistik yang didirikan oleh Zeno dari Citium yang mengajarkan pengembangan pengendalian diri dan keteguhan hati sebagai sarana untuk mengatasi emosi yang merusak
The professor lectured on the influence of ancient stoicism on modern cognitive behavioral therapy.
Profesor itu memberikan kuliah tentang pengaruh stoisisme kuno terhadap terapi perilaku kognitif modern.