covetousness
covetousness merujuk pada keinginan yang sangat kuat, sering kali tidak sehat atau tidak pantas, untuk memiliki sesuatu yang sebenarnya milik orang lain. Kata ini membawa konotasi negatif yang mendalam, karena tidak sekadar menggambarkan keinginan biasa, melainkan sebuah bentuk ketamakan yang didorong oleh rasa iri atau rasa tidak puas terhadap apa yang sudah dimiliki sendiri.
Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "ketamakan". Namun, penting untuk dipahami bahwa covetousness lebih spesifik pada keinginan untuk mengambil milik orang lain, berbeda dengan greed yang lebih bersifat umum dalam mengumpulkan kekayaan atau harta tanpa mempedulikan dari mana asalnya.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Perbedaan utama antara covetousness dan kata serupa seperti greed terletak pada objek keinginannya. greed adalah nafsu untuk memiliki lebih banyak dari yang dibutuhkan, sementara covetousness melibatkan elemen kecemburuan terhadap kepemilikan orang lain.
greed: Fokus pada akumulasi (misalnya, ingin menjadi orang terkaya di dunia).
covetousness: Fokus pada kepemilikan spesifik milik orang lain (misalnya, menginginkan rumah mewah milik tetangga).
Konteks Penggunaan dan Kesalahan Umum
Pengguna bahasa Indonesia sering kali mencampuradukkan kata ini dengan "keinginan" atau "ambisi". Perlu diingat bahwa covetousness selalu bermakna negatif dan sering dikaitkan dengan pelanggaran moral atau etika. Jangan menggunakan kata ini untuk menggambarkan ambisi positif dalam mencapai sesuatu.
❌ Salah: His covetousness for success drove him to work hard. (Konteks ini seharusnya menggunakan ambition karena sukses adalah tujuan positif).
✅ Benar: His covetousness for his neighbor's land led to a bitter legal dispute. (Konteks ini tepat karena ada keinginan mengambil milik orang lain).
Secara tata bahasa, covetousness adalah kata benda abstrak yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Keinginan yang kuat atau tidak pantas untuk memiliki sesuatu yang milik orang lain
His covetousness led him to betray his closest friends for a chance at the inheritance.
Ketamakannya membuat dia mengkhianati teman terdekatnya demi kesempatan mendapatkan warisan.