profligacy
profligacy membawa konotasi negatif yang sangat kuat, merujuk pada perilaku yang tidak bertanggung jawab dalam penggunaan sumber daya. Kata ini tidak sekadar berarti boros, tetapi menyiratkan adanya kecerobohan yang ekstrem atau kurangnya pengendalian diri. Dalam bahasa Indonesia, kata ini dapat diterjemahkan menjadi "pemborosan" ketika berkaitan dengan materi, atau "kemerosotan moral" ketika berkaitan dengan gaya hidup yang bejat dan tidak bermoral.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Perbedaan utama antara profligacy dengan kata lain yang bermakna boros adalah tingkat intensitas dan penilaian moralnya. Sebagai contoh, extravagance sering kali merujuk pada kemewahan yang berlebihan namun mungkin masih dianggap dapat diterima secara sosial atau sekadar gaya hidup kelas atas. Sebaliknya, profligacy menyiratkan sesuatu yang merusak atau tidak bisa dimaafkan, seperti menghabiskan seluruh warisan keluarga untuk perjudian atau pesta pora yang liar.
extravagance: Lebih condong ke arah kemewahan atau kemegahan (misalnya, membeli tas desainer yang sangat mahal).
profligacy: Lebih condong ke arah pemborosan yang sia-sia dan destruktif (misalnya, menghamburkan dana publik untuk proyek yang tidak berguna).
Konteks Penggunaan dan Jebakan Terjemahan
Pengguna bahasa Indonesia perlu berhati-hati karena profligacy memiliki dua dimensi makna yang berbeda tergantung konteksnya. Jika digunakan dalam konteks finansial, ia berarti pemborosan harta. Namun, jika digunakan dalam konteks perilaku sosial atau etika, ia merujuk pada kemerosotan moral atau kehidupan yang penuh maksiat.
Konteks Finansial: The profligacy of the regime led to a national debt crisis (Pemborosan rezim tersebut menyebabkan krisis utang nasional).
Konteks Moral: His youth was marked by profligacy and reckless abandon (Masa mudanya ditandai dengan kemerosotan moral dan sikap gegabah).
Secara tata bahasa, profligacy adalah kata benda (noun). Untuk bentuk kata sifatnya, gunakan profligate untuk mendeskripsikan orang atau tindakan yang boros atau bejat.
Meanings
Kualitas menghabiskan uang atau sumber daya dengan cara yang sia-sia, berlebihan, atau ceroboh
The government was criticized for its profligacy in spending public funds on luxury projects.
Pemerintah dikritik karena pemborosannya dalam membelanjakan dana publik untuk proyek-proyek mewah.
Keadaan menjadi tidak bermoral atau bejat secara tidak tahu malu dalam kehidupan dan perilaku pribadi seseorang
The young heir's profligacy led to a series of scandals that ruined the family reputation.
Kemerosotan moral pewaris muda itu menyebabkan serangkaian skandal yang menghancurkan reputasi keluarga.