avarice
avarice merujuk pada keinginan yang sangat kuat dan tidak terkendali untuk menumpuk kekayaan, terutama uang. Kata ini memiliki konotasi yang sangat negatif dan sering kali dikaitkan dengan sifat moral yang buruk atau dosa. Berbeda dengan greed yang bisa digunakan dalam konteks yang lebih luas (seperti kerakusan terhadap makanan atau kekuasaan), avarice secara spesifik berfokus pada akumulasi materi dan harta benda.
Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "ketamakan". Namun, penting untuk dipahami bahwa avarice bukan sekadar keinginan untuk menjadi kaya, melainkan obsesi yang membuat seseorang menjadi kikir atau tidak mau berbagi meskipun mereka sudah memiliki lebih dari cukup.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Penggunaan avarice sering kali muncul dalam konteks sastra, hukum, atau diskusi etika. Jika Anda ingin menggambarkan seseorang yang hanya ingin mendapatkan lebih banyak dari apa yang mereka butuhkan, greed adalah pilihan yang lebih umum. Namun, jika Anda ingin menekankan pada sifat "menimbun" harta secara berlebihan dan egois, avarice adalah kata yang lebih tepat.
greed: Keinginan umum untuk memiliki lebih banyak (bisa berupa makanan, perhatian, atau uang).
avarice: Ketamakan yang spesifik terhadap kekayaan materi dan kecenderungan untuk menyimpannya dengan kikir.
Contoh penggunaan yang tepat:
Benar: His avarice led him to cheat his own family (Ketamakannya mendorong dia untuk menipu keluarganya sendiri).
Kurang tepat: The child's avarice for candy (Dalam konteks ini, gunakan greed karena berkaitan dengan makanan, bukan kekayaan materi).
Konteks Penggunaan dalam Kalimat
Kata ini biasanya berfungsi sebagai kata benda (noun). Karena sifatnya yang formal dan berat, hindari menggunakannya dalam percakapan santai sehari-hari kecuali Anda ingin memberikan penekanan dramatis pada keburukan sifat seseorang.
Penggunaan formal: The downfall of the empire was accelerated by the avarice of its leaders (Kehancuran kekaisaran tersebut dipercepat oleh ketamakan para pemimpinnya).
Penggunaan dalam konteks moral: Avarice is often seen as a root of all evil (Ketamakan sering dipandang sebagai akar dari segala kejahatan).
Meanings
Keserakahan yang ekstrem terhadap kekayaan atau keuntungan materi
His avarice drove him to embezzle funds from the charity.
Ketamakannya mendorong dia untuk menggelapkan dana dari badan amal tersebut.