D
Dicread
HomeDictionaryCcarnality

carnality

kedagingan / nafsu seksual
Noun

Kata carnality memiliki nuansa makna yang sangat spesifik dan sering kali membawa konotasi moral atau filosofis. Dalam bahasa Indonesia, kata ini dapat diterjemahkan menjadi "kedagingan" atau "nafsu seksual", tergantung pada konteks penggunaannya. Perbedaan utamanya terletak pada apakah kata tersebut digunakan untuk merujuk pada sifat fisik manusia secara umum atau pada dorongan seksual yang spesifik.

Nuansa Makna dan Konteks Penggunaan

Secara filosofis, carnality digunakan untuk membedakan antara hal-hal yang bersifat fisik (tubuh) dengan hal-hal yang bersifat spiritual, mental, atau intelektual. Dalam konteks ini, carnality merujuk pada "kedagingan", yaitu keterbatasan manusia yang terikat pada tubuh fisik. Contohnya, ketika seseorang membahas pertentangan antara jiwa dan raga, carnality mewakili sisi ragawi.

Di sisi lain, dalam penggunaan sehari-hari atau sastra, carnality lebih sering dikaitkan dengan "nafsu seksual". Dalam konteks ini, kata tersebut menggambarkan keinginan fisik yang intens dan sering kali dianggap sebagai dorongan yang primitif atau tidak terkendali. Perlu diperhatikan bahwa carnality memiliki konotasi yang lebih berat dan lebih "mentah" dibandingkan dengan kata sexuality yang lebih netral dan luas.

Perbandingan dengan Kata Serupa

Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk membedakan carnality dengan beberapa kata berikut:

Sensuality: Berbeda dengan carnality yang menekankan pada nafsu atau fisik yang mentah, sensuality lebih merujuk pada apresiasi terhadap kesenangan indrawi (seperti sentuhan, rasa, atau aroma) dengan cara yang lebih halus dan estetis.
Lust: Meskipun keduanya berkaitan dengan nafsu seksual, lust adalah kata benda yang merujuk pada perasaan keinginan yang kuat, sedangkan carnality lebih merujuk pada sifat atau kualitas dari keinginan fisik tersebut.

Kekeliruan Terjemahan yang Umum

Kesalahan umum bagi penutur bahasa Indonesia adalah menerjemahkan carnality hanya sebagai "seksualitas". Hal ini kurang tepat karena carnality mengandung elemen "kedagingan" atau aspek fisik yang sangat dominan.

Salah: The carnality of the relationship diterjemahkan menjadi "Seksualitas hubungan tersebut" (terlalu netral).
Benar: The carnality of the relationship diterjemahkan menjadi "Nafsu seksual dalam hubungan tersebut" (menangkap nuansa keinginan fisik yang kuat).

Secara tata bahasa, carnality adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.

Meanings

Nounkedagingan

Kualitas menjadi fisik atau berkaitan dengan tubuh, terutama sebagai kontras dengan hal spiritual atau intelektual

The philosopher argued that the soul is superior to mere carnality.

Filsuf itu berpendapat bahwa jiwa lebih unggul daripada sekadar kedagingan.

Nounnafsu seksual

Keinginan seksual yang kuat atau pengejaran kesenangan seksual

The novel explores the tension between religious devotion and raw carnality.

Novel tersebut mengeksplorasi ketegangan antara pengabdian religius dan nafsu seksual yang mentah.

Related Words

Last Updated: June 21, 2026Report an Error