sin
Istilah ini membawa beban rasa bersalah dan penghakiman yang berat, biasanya berakar pada kerangka teologis di mana otoritas tertinggi menentukan apa yang benar dan salah. Hal ini mengacu pada pelanggaran janji suci atau kegagalan dalam memenuhi standar ketuhanan, sehingga menciptakan perasaan adanya utang atau noda spiritual. Dalam konteks sekuler modern, kata ini sering digunakan secara ironis atau jenaka untuk menggambarkan kenikmatan kecil, seperti menyantap hidangan penutup yang sangat mewah. Pergeseran ini mengubah makna kata tersebut dari krisis moral yang serius menjadi pengakuan ringan atas pelanggaran aturan pribadi atau batasan diet.
Countable when referring to a specific forbidden act like lying or stealing. Uncountable when referring to the general state of being immoral or the concept of wickedness.
Meanings
Tindakan yang melanggar hukum moral atau agama
"Committing a sin is believed to lead to spiritual punishment."
Melakukan `sin` dipercaya akan membawa hukuman spiritual.
Melakukan pelanggaran terhadap hukum ketuhanan atau moral
"He felt he had sinned against his family."
Dia merasa telah berdosa terhadap keluarganya.
Berperilaku dengan cara yang dianggap tidak bermoral
"They spent the weekend sinning in Las Vegas."
Mereka menghabiskan akhir pekan dengan berbuat dosa di Las Vegas.