monotheism
monotheism merujuk pada sistem kepercayaan yang mengakui keberadaan hanya satu Tuhan yang maha kuasa. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini diterjemahkan sebagai monoteisme. Kata ini sering digunakan dalam konteks teologi, sejarah agama, dan sosiologi untuk membedakan kepercayaan tunggal dengan sistem kepercayaan lain yang mengakui banyak tuhan.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Istilah ini memiliki kontras yang tajam dengan polytheism (politeisme), yaitu kepercayaan kepada banyak tuhan. Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk memahami bahwa monotheism bukan sekadar angka satu, melainkan sebuah konsep doktrinal tentang keesaan Tuhan. Selain itu, terdapat istilah henotheism yang merujuk pada pemujaan satu tuhan tanpa menolak keberadaan tuhan-tuhan lain, yang secara semantik berbeda dengan monotheism yang secara eksklusif hanya mengakui satu Tuhan.
Contoh penggunaan tepat: The three major Abrahamic religions are examples of monotheism. (Tiga agama Abrahamik utama adalah contoh dari monoteisme.)
Konteks Penggunaan dan Potensi Kesalahan
Dalam bahasa Indonesia, kata "monoteisme" adalah kata serapan yang memiliki makna yang identik dengan monotheism. Oleh karena itu, tidak ada risiko salah kaprah atau teman palsu (false friends) dalam penerjemahan kata ini. Namun, pengguna harus berhati-hati agar tidak tertukar dengan istilah unitarianism, yang meskipun berkaitan dengan keesaan, memiliki nuansa teologis yang lebih spesifik mengenai sifat Tuhan.
Secara tata bahasa, monotheism adalah kata benda tak terhitung (uncountable noun). Anda tidak akan menemukan bentuk jamak seperti monotheisms kecuali dalam diskusi akademis yang sangat spesifik mengenai berbagai jenis sistem monoteisme yang berbeda di berbagai budaya.
Meanings
Kepercayaan bahwa hanya ada satu Tuhan
The rise of monotheism fundamentally changed the religious landscape of the ancient Near East.
Bangkitnya monoteisme secara mendasar mengubah lanskap keagamaan di Timur Dekat kuno.