temple
Dalam makna arsitektur, kata temple (kuil) membangkitkan perasaan tentang tempat perlindungan, keabadian, dan kesucian. Kata ini menggambarkan sebuah ruang yang terpisah dari duniawi, yang dirancang untuk memfasilitasi hubungan dengan sang pencipta atau hal-hal spiritual. Penggunaan ini umum ditemukan di berbagai budaya dan agama, meskipun sering kali membawa konotasi tradisi kuno atau tradisi Timur.
Dalam makna anatomi, kata temple (pelipis) menggambarkan titik rentan pada tengkorak. Hal ini menciptakan kontras yang tajam dengan makna spiritualnya, mengalihkan fokus dari sesuatu yang abadi dan ilahi menjadi sesuatu yang rapuh dan biologis. Dualitas ini membuat kata tersebut unik, karena menghubungkan aspirasi tertinggi jiwa dengan kerapuhan fisik kepala manusia.
Countable when referring to a physical building or the specific anatomical spots on the head.
Meanings
Bangunan yang dikhususkan untuk pemujaan tuhan atau dewa-dewa
The monks spent their days meditating in the temple.
Para biksu menghabiskan hari-hari mereka dengan bermeditasi di kuil.
Area datar di kedua sisi dahi
He rubbed his temple to ease the pounding headache.
Dia mengusap pelipisnya untuk meredakan sakit kepala yang berdenyut.
Examples
The ancient temple was dedicated to the goddess Athena.
Kuil kuno itu dipersembahkan untuk dewi Athena.
She pressed her fingers against her temple to soothe the pain.
Dia menekan jari-jarinya ke pelipis untuk meredakan rasa sakit.