metaphysics
metaphysics merujuk pada studi tentang hakikat kenyataan yang melampaui pengamatan fisik atau empiris. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini diterjemahkan sebagai metafisika. Perlu dipahami bahwa kata ini tidak merujuk pada hal-hal yang bersifat "gaib" atau "mistis" dalam pengertian populer, melainkan sebuah disiplin intelektual yang mencoba menjawab pertanyaan mendasar seperti "Apa itu keberadaan?" atau "Apa hubungan antara pikiran dan materi?".
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Dalam konteks akademis, metaphysics digunakan untuk mendeskripsikan cabang filsafat yang sangat teoretis. Namun, dalam percakapan sehari-hari atau kritik intelektual, kata ini sering digunakan secara metaforis untuk menggambarkan ide yang terlalu abstrak, spekulatif, atau tidak memiliki dasar bukti nyata. Jika seseorang mengatakan bahwa sebuah argumen bersifat metaphysical, mereka mungkin menyiratkan bahwa argumen tersebut tidak dapat dibuktikan melalui eksperimen sains.
Konteks Akademis: The study of metaphysics explores the nature of being. (Studi metafisika mengeksplorasi hakikat keberadaan.)
Konteks Spekulatif: His theory is more metaphysics than science. (Teorinya lebih merupakan metafisika daripada sains.)
Perbandingan dengan Istilah Terkait
Sering terjadi kerancuan antara metaphysics dengan physics (fisika). Sementara physics berfokus pada hukum alam yang dapat diukur dan diobservasi, metaphysics justru membahas prinsip-prinsip yang mendasari hukum-hukum tersebut, yang sering kali tidak dapat diukur secara fisik. Selain itu, jangan tertukar dengan istilah paranormal atau occult; meskipun keduanya membahas hal-hal di luar fisik, metaphysics adalah pendekatan filosofis yang sistematis dan rasional, bukan praktik klenik.
Secara tata bahasa, metaphysics adalah kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Cabang filsafat yang mengkaji hakikat mendasar dari kenyataan, termasuk hubungan antara pikiran dan materi, substansi dan atribut, serta potensi dan aktualitas
The professor specializes in the metaphysics of time and space.
Profesor tersebut berspesialisasi dalam metafisika waktu dan ruang.
Sistem filsafat teoretis atau spekulatif yang berurusan dengan prinsip-prinsip utama dari segala sesuatu, sering kali kontras dengan sains empiris
His approach to the problem was based more on metaphysics than on observable data.
Pendekatannya terhadap masalah tersebut lebih didasarkan pada metafisika daripada data yang dapat diamati.