validity
Kata validity memiliki dua nuansa utama yang sering kali tumpang tindih dalam bahasa Indonesia, namun memiliki perbedaan konteks yang tegas dalam bahasa Inggris. Pertama, dalam konteks logika atau penelitian, validity merujuk pada keabsahan, yaitu sejauh mana sebuah argumen, data, atau instrumen pengukuran benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Kedua, dalam konteks hukum atau administrasi, validity merujuk pada masa berlaku atau keabsahan hukum, yaitu status sesuatu yang diakui secara resmi dan masih dapat digunakan.
Nuansa Penggunaan dan Perbandingan
Pengguna bahasa Indonesia perlu berhati-hati agar tidak tertukar antara validity dengan reliability. Meskipun keduanya sering diterjemahkan sebagai "keabsahan" atau "keandalan" dalam konteks akademik, keduanya memiliki makna yang berbeda:
validity berfokus pada ketepatan atau kebenaran (apakah ini benar/tepat?).
reliability berfokus pada konsistensi (apakah hasilnya selalu sama jika diulang?).
Contoh perbedaan penggunaan:
Benar: The validity of the test results (Keabsahan hasil tes — apakah tes tersebut benar-benar mengukur kemampuan siswa?).
Benar: The validity of the passport (Masa berlaku paspor — apakah paspor tersebut masih sah secara hukum?).
Kekeliruan Umum dan Jebakan Terjemahan
Salah satu jebakan bagi pembelajar adalah menganggap validity hanya berarti "masa berlaku". Jika Anda menggunakan validity untuk merujuk pada durasi waktu (seperti tanggal kedaluwarsa), hal itu benar, tetapi jika Anda menggunakannya dalam debat intelektual, kata tersebut berarti kebenaran logis. Jangan menggunakan kata validity untuk menggambarkan sesuatu yang sekadar "benar" secara faktual (truth), melainkan gunakan untuk sesuatu yang "sah" berdasarkan aturan atau logika tertentu.
❌ Salah: The validity of his statement that he is tall (Keabsahan pernyataannya bahwa dia tinggi — kurang tepat karena ini adalah fakta fisik).
✅ Benar: The validity of the legal document (Keabsahan dokumen hukum — tepat karena merujuk pada status hukum).
Secara tata bahasa, validity adalah kata benda tak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak (validities) dalam sebagian besar konteks standar.
Uncountable when discussing the abstract quality of being true or sound. Countable when referring to specific instances of legal effectiveness, such as the various validities of different documents in a case.
Meanings
Kualitas dari sesuatu yang secara logis atau faktual dapat dipertanggungjawabkan
The lawyer questioned the validity of the contract.
Pengacara itu mempertanyakan keabsahan kontrak tersebut.
Keadaan di mana sesuatu dapat diterima secara hukum atau resmi
The passport has lost its validity.
Paspor tersebut telah kehilangan masa berlakunya.
Examples
The scientist questioned the validity of the experimental results.
Ilmuwan itu mempertanyakan keabsahan hasil eksperimen tersebut.
Please check the validity of your visa before traveling.
Harap periksa masa berlaku visa Anda sebelum bepergian.