paradox
/ˈpaɹədɒks/
Kata paradox digunakan untuk menggambarkan situasi di mana dua hal yang saling bertentangan muncul secara bersamaan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini diserap menjadi "paradoks". Nuansa utamanya bukan sekadar "kontradiksi" biasa, melainkan sesuatu yang terlihat mustahil atau tidak masuk akal pada awalnya, namun setelah dianalisis lebih dalam, ternyata mengandung kebenaran atau logika tertentu.
Sebagai contoh, dalam konteks filosofis atau logika, paradox merujuk pada pernyataan yang membatalkan dirinya sendiri. Namun dalam konteks karakter manusia, paradox menggambarkan seseorang yang memiliki sifat-sifat yang tidak lazim jika digabungkan, seperti seorang pemimpin yang sangat tegas namun sangat lembut dalam kehidupan pribadinya.
Perbedaan Nuansa dengan Kata Terkait
Sangat penting untuk membedakan paradox dari contradiction. Sebuah contradiction (kontradiksi) biasanya bersifat mutlak salah atau tidak konsisten dan tidak memiliki resolusi logis. Sebaliknya, sebuah paradox justru menarik karena meskipun tampak kontradiktif, ia sering kali mengungkapkan kebenaran yang lebih dalam atau kompleks.
contradiction: Pernyataan A dan B tidak mungkin benar keduanya. (Contoh: "Hari ini hujan deras" dan "Hari ini tidak ada setetes air pun yang jatuh").
paradox: Pernyataan yang tampak salah tetapi sebenarnya benar. (Contoh: "Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak yang Anda terima").
Konteks Penggunaan dan Kesalahan Umum
Pengguna bahasa Indonesia sering kali menggunakan kata "paradoks" secara bergantian dengan "ironi". Meskipun keduanya melibatkan pertentangan, irony lebih menekankan pada ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang sering kali terasa lucu atau pahit. Sementara itu, paradox lebih menekankan pada struktur logika yang berlawanan.
Penggunaan tepat: The paradox of choice (Paradoks pilihan) — di mana banyaknya pilihan justru menghambat keputusan.
Penggunaan kurang tepat: Menggunakan paradox untuk menggambarkan situasi sial yang lucu (seharusnya menggunakan irony).
Secara tata bahasa, paradox adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun), sehingga dapat digunakan dalam bentuk tunggal maupun jamak (paradoxes) tergantung pada jumlah situasi kontradiktif yang sedang dibahas.
Meanings
Pernyataan atau proposisi yang tampak absurd atau kontradiktif dengan dirinya sendiri, namun ketika diselidiki atau dijelaskan dapat terbukti memiliki dasar yang kuat
The paradox of choice suggests that having too many options can actually make it harder to make a decision.
Paradoks pilihan menunjukkan bahwa memiliki terlalu banyak opsi sebenarnya dapat membuat pengambilan keputusan menjadi lebih sulit.
Seseorang, benda, atau situasi yang menggabungkan ciri atau kualitas yang saling bertentangan
He is a bit of a paradox; he is a professional boxer who loves poetry and classical music.
Dia agak paradoks; dia adalah seorang petinju profesional yang menyukai puisi dan musik klasik.