chagrin
chagrin menggambarkan perasaan campuran antara kekesalan, frustrasi, dan rasa malu yang muncul ketika seseorang mengalami kegagalan atau kekecewaan, terutama jika hal tersebut terjadi di depan orang lain atau akibat kesalahan diri sendiri. Kata ini memiliki nuansa yang lebih spesifik daripada sekadar annoyance (kekesalan biasa) atau sadness (kesedihan), karena melibatkan elemen harga diri yang terluka atau rasa gengsi yang terganggu.
Dalam bahasa Indonesia, chagrin sering kali diterjemahkan sebagai "kekesalan" atau "rasa malu", namun penting untuk dipahami bahwa chagrin lebih menekankan pada rasa jengkel terhadap situasi yang memalukan. Sebagai contoh, jika Anda sangat percaya diri akan memenangkan sebuah kompetisi namun ternyata kalah telak, perasaan yang Anda rasakan adalah chagrin.
Perbedaan Nuansa dengan Kata Serupa
chagrin vs frustration: Sementara frustration berfokus pada hambatan dalam mencapai tujuan, chagrin lebih berfokus pada rasa malu atau kekecewaan setelah kegagalan tersebut terjadi.
chagrin vs embarrassment: embarrassment adalah rasa malu yang bersifat umum, sedangkan chagrin adalah rasa malu yang disertai dengan kekesalan atau kejengkelan terhadap keadaan.
Penggunaan dalam Kalimat
Kata ini sering digunakan dalam frasa to one's chagrin, yang berarti "yang membuat seseorang merasa kesal/malu".
Benar: To his chagrin, he realized he had been wearing mismatched socks all day. (Yang membuat dia merasa kesal dan malu, dia menyadari bahwa dia telah memakai kaus kaki yang tidak serasi sepanjang hari.)
Salah: Menggunakan chagrin untuk menggambarkan kemarahan yang meledak-ledak. chagrin adalah emosi yang lebih internal dan terpendam, bukan kemarahan agresif.
Karakteristik Gramatikalchagrin berfungsi sebagai kata benda tidak terhitung (uncountable noun). Oleh karena itu, kata ini tidak menggunakan artikel a atau an di depannya dan tidak memiliki bentuk jamak.
Meanings
Perasaan frustrasi, jengkel, atau malu yang disebabkan oleh kegagalan atau kekecewaan
He felt a sense of deep chagrin when he realized he had been ignored during the meeting.
Dia merasakan kekesalan yang mendalam ketika menyadari bahwa dia telah diabaikan selama rapat.