D
Dicread
HomeDictionaryIignominy

ignominy

aib, kehinaan, rasa malu publik
Noun

ignominy merujuk pada rasa malu yang sangat mendalam dan bersifat publik, di mana seseorang kehilangan kehormatan atau reputasinya di mata masyarakat. Kata ini memiliki konotasi yang jauh lebih berat daripada sekadar shame (malu). Jika shame bisa berupa perasaan internal yang bersifat pribadi, ignominy selalu melibatkan penilaian negatif dari orang lain atau penghinaan terbuka yang membuat seseorang merasa terhina secara sosial. Nuansa Penggunaan dan Perbandingan Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai aib atau kehinaan. Namun, penting untuk memahami bahwa ignominy menekankan pada aspek "kehilangan martabat" secara permanen atau luas. Perbandingannya dengan kata lain adalah sebagai berikut: shame: Lebih umum dan bisa bersifat internal (merasa malu karena melakukan kesalahan kecil). disgrace: Mirip dengan ignominy, tetapi lebih sering digunakan dalam konteks kegagalan memenuhi standar atau ekspektasi tertentu (misalnya, mempermalukan keluarga). ignominy: Paling ekstrem, sering dikaitkan dengan skandal besar, pengkhianatan, atau hukuman publik yang menghancurkan nama baik seseorang sepenuhnya. Contoh Penerapan Penggunaan tepat: The ignominy of defeat (Kehinaan akibat kekalahan) — digunakan ketika kekalahan tersebut sangat memalukan sehingga menjadi bahan cemoohan publik. Penggunaan kurang tepat: Menggunakan ignominy untuk situasi malu yang sederhana, seperti salah mengucapkan kata saat presentasi. Untuk situasi ini, gunakan embarrassment. Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.

Meanings

Nounaib

Rasa malu publik, kehinaan, atau ketidakmuliaan yang diakibatkan oleh perilaku memalukan

"The athlete faced lifelong ignominy after being caught cheating in the Olympic finals."

Atlet tersebut menghadapi aib seumur hidup setelah ketahuan berbuat curang dalam final Olimpiade.

Nounkehinaan

Keadaan tidak terhormat atau kualitas yang memalukan

"The ignominy of his defeat was compounded by the laughter of his rivals."

Kehinaan atas kekalahannya diperparah oleh tawa para rivalnya.

Related Words

Last Updated: June 13, 2026Report an Error