frustration
Kata frustration merujuk pada keadaan emosional yang muncul ketika seseorang merasa terhambat dalam mencapai tujuan atau merasa tidak berdaya menghadapi situasi yang tidak bisa diubah. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "frustrasi". Penting untuk dipahami bahwa frustration bukan sekadar rasa marah biasa, melainkan campuran antara kekecewaan, ketidakberdayaan, dan kejengkelan yang mendalam.
Sering kali terjadi kerancuan antara frustration dengan annoyance. Sementara annoyance adalah rasa terganggu oleh sesuatu yang kecil atau menjengkelkan (seperti suara bising), frustration melibatkan hambatan yang lebih signifikan terhadap keinginan atau rencana seseorang. Misalnya, jika Anda merasa terganggu oleh kemacetan, itu adalah annoyance; namun, jika kemacetan tersebut membuat Anda terlambat menghadiri wawancara kerja yang sangat penting sehingga Anda merasa putus asa, itulah frustration.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Dalam konteks psikologis atau formal, frustration dapat digunakan untuk menggambarkan kegagalan suatu proses atau upaya. Dalam hal ini, maknanya bergeser dari sekadar emosi menjadi tindakan mencegah sesuatu agar tidak berhasil. Perhatikan perbedaan penggunaannya berikut ini:
Konteks Emosional: His frustration grew as he struggled to assemble the furniture (Frustrasinya meningkat saat dia kesulitan merakit furnitur tersebut).
Konteks Kegagalan Upaya: The frustration of their plans by the sudden storm (Kegagalan rencana mereka akibat badai yang tiba-tiba).
Kekeliruan Umum bagi Pembelajar
Pembelajar bahasa Inggris sering kali menyamakan frustration dengan rasa sedih atau depresi. Namun, frustration memiliki elemen "energi yang tertahan" atau rasa ingin meledak karena terhambat, sedangkan depresi lebih cenderung pada perasaan hampa atau kehilangan harapan.
Selain itu, hindari penggunaan kata ini untuk situasi yang hanya sekadar "sulit". Gunakan frustration hanya jika ada elemen hambatan yang menyebabkan tekanan mental.
❌ Salah: The math problem was a frustration (Masalah matematika itu adalah sebuah frustrasi) — Kalimat ini tidak alami karena masalahnya sendiri bukan merupakan emosi.
✅ Benar: The complexity of the math problem caused him great frustration (Kerumitan masalah matematika tersebut menyebabkan dia merasa sangat frustrasi).
Secara tata bahasa, frustration adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun) ketika merujuk pada perasaan secara umum, namun dapat menjadi kata benda terhitung (countable noun) ketika merujuk pada kejadian spesifik yang menyebabkan rasa frustrasi tersebut.
Meanings
Perasaan kesal atau tertekan karena tidak dapat mencapai sesuatu atau tidak dapat mengubah suatu situasi
He slammed the door in frustration after the computer crashed again.
Dia membanting pintu karena frustrasi setelah komputernya rusak lagi.
Tindakan mencegah suatu rencana, keinginan, atau upaya agar tidak terpenuhi atau tidak berhasil
The frustration of their attempts to launch the product led to a complete strategic overhaul.
Kegagalan dari upaya mereka untuk meluncurkan produk tersebut menyebabkan perombakan strategi secara menyeluruh.