stigma
Kata stigma paling sering digunakan dalam konteks sosiologi untuk menggambarkan label negatif atau rasa malu yang diberikan masyarakat kepada seseorang atau kelompok karena karakteristik tertentu. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai "stigma" atau "cap buruk". Nuansanya bukan sekadar kritik, melainkan diskriminasi sistematis yang membuat seseorang merasa terasing atau rendah di mata publik.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Penggunaan stigma biasanya berkaitan dengan kondisi yang dianggap tidak ideal oleh norma sosial, seperti gangguan kesehatan mental, riwayat kriminal, atau status sosial tertentu. Kata ini sering dipasangkan dengan kata kerja seperti attach (melekatkan) atau remove (menghilangkan).
Contoh penggunaan yang tepat: The stigma surrounding mental illness (Stigma yang menyelimuti penyakit mental).
Contoh penggunaan yang kurang tepat: Menggunakan stigma untuk sekadar menggambarkan rasa malu pribadi tanpa adanya tekanan atau label dari masyarakat luar.
Perbedaan Konteks Teknis
Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk menyadari bahwa stigma memiliki makna yang sangat berbeda tergantung pada bidang ilmunya. Dalam botani, stigma merujuk pada bagian bunga (kepala putik), sementara dalam konteks religius (khususnya Kristen), stigmata merujuk pada luka suci. Jangan sampai tertukar antara penggunaan sosiologis yang umum dengan istilah teknis ini.
Secara tata bahasa, dalam konteks sosial, stigma adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun), sehingga bisa berbentuk jamak (stigmas) jika merujuk pada berbagai jenis label negatif yang berbeda.
Meanings
Tanda kehinaan yang dikaitkan dengan keadaan, kualitas, atau orang tertentu
"There is still a social stigma attached to mental illness."
Masih ada stigma sosial yang melekat pada penyakit mental.
Permukaan penerima serbuk sari pada karpel, sering kali berupa struktur seperti benjolan lengket di bagian atas putik pada bunga
"The pollen grains adhere to the stigma before growing a tube down to the ovary."
Butir serbuk sari menempel pada kepala putik sebelum menumbuhkan tabung menuju bakal buah.
Tanda pada telapak tangan, kaki, atau sisi tubuh yang diyakini sesuai dengan luka yang diderita Yesus selama penyaliban
"The mystic claimed to have developed stigmata on his hands during prayer."
Sang mistikus mengklaim telah memunculkan stigmata pada tangannya saat berdoa.