resentment
Resentment menggambarkan perasaan marah, kecewa, atau pahit yang tertahan dalam waktu lama. Berbeda dengan anger yang sering kali berupa ledakan emosi spontan dan singkat, resentment bersifat lebih mendalam dan menetap karena adanya perasaan diperlakukan secara tidak adil atau tidak dihargai.
Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai kekesalan atau rasa dongkol. Nuansa utamanya adalah adanya ketidakpuasan yang dipendam, di mana seseorang merasa bahwa mereka telah dirugikan namun tidak mampu atau tidak mau mengekspresikannya secara terbuka pada saat kejadian.
Perbedaan Nuansa dengan Kata Serupa
Anger: Merujuk pada emosi marah secara umum yang bisa terjadi seketika. Contoh: He felt a surge of anger (Dia merasakan gelombang kemarahan).
Bitterness: Lebih menekankan pada rasa pahit atau keputusasaan yang muncul setelah resentment berlangsung lama, sering kali mengubah kepribadian seseorang menjadi sinis.
Indignation: Kemarahan yang muncul karena sesuatu dianggap tidak benar secara moral atau tidak adil, namun biasanya lebih bersifat "benar" atau terjustifikasi dibandingkan resentment yang bisa bersifat subjektif.
Konteks Penggunaan
Kata ini sering digunakan dalam konteks hubungan antarmanusia, seperti dalam keluarga atau lingkungan kerja. Contoh penggunaan yang tepat:
Deep-seated resentment (kekesalan yang tertanam dalam)
To harbor resentment (memendam rasa dongkol)
Hindari menggunakan kata ini untuk kemarahan ringan atau sementara. Jika Anda hanya merasa terganggu oleh kebisingan tetangga saat itu juga, gunakan annoyance, bukan resentment.
Meanings
Perasaan marah atau pahit yang disebabkan oleh perasaan diperlakukan secara tidak adil
He felt a deep sense of resentment toward his former boss for the lack of promotion.
Dia merasakan kekesalan yang mendalam terhadap mantan bosnya karena kurangnya promosi.