agony
agony menggambarkan tingkat penderitaan yang ekstrem, baik secara fisik maupun mental. Kata ini jauh lebih kuat daripada pain (rasa sakit) atau sadness (kesedihan). Jika pain bisa berupa sekadar luka kecil, agony adalah rasa sakit yang tak tertahankan atau penderitaan batin yang sangat mendalam sehingga seseorang merasa hancur.
Nuansa Penggunaan
Dalam konteks fisik, agony sering dikaitkan dengan cedera parah atau proses kematian. Dalam konteks emosional, kata ini digunakan untuk menggambarkan keputusasaan, penyesalan yang mendalam, atau kecemasan yang menyiksa. Perlu diperhatikan bahwa dalam bahasa Indonesia, agony bisa diterjemahkan menjadi "kesengsaraan" atau "penderitaan", namun dalam bahasa Inggris, penekanannya adalah pada intensitas rasa sakit yang mencapai puncaknya.
Contoh penggunaan fisik: He lay on the ground in agony (Dia terbaring di tanah dalam kesengsaraan/rasa sakit yang hebat).
Contoh penggunaan mental: The agony of waiting for the test results (Siksaan saat menunggu hasil ujian).
Perbedaan dengan Kata Serupa
Sangat penting untuk membedakan agony dengan misery. Sementara agony berfokus pada intensitas rasa sakit yang tajam dan akut (seperti serangan jantung atau duka yang mendalam), misery lebih merujuk pada keadaan tidak bahagia yang berkepanjangan atau kondisi hidup yang buruk (seperti kemiskinan ekstrem).
agony: Rasa sakit yang tajam dan intens (akut).
misery: Penderitaan yang berlangsung lama dan menyedihkan (kronis).
Secara tata bahasa, agony adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga biasanya tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Penderitaan fisik atau mental yang sangat hebat
He lay on the floor in agony after breaking his leg.
Dia terbaring di lantai dalam penderitaan setelah kakinya patah.
Momen-momen terakhir perjuangan atau rasa sakit sebelum kematian
The patient's long agony finally ended at dawn.
Penderitaan panjang pasien itu akhirnya berakhir saat fajar.