completeness
completeness merujuk pada keadaan di mana segala sesuatu yang diperlukan telah tersedia atau terpenuhi tanpa ada yang terlewatkan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai kelengkapan atau kesempurnaan, namun nuansanya bergantung pada konteks penggunaannya.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Dalam konteks administratif atau teknis, completeness menekankan pada aspek ketersediaan semua komponen. Misalnya, saat memeriksa dokumen, completeness berarti tidak ada kolom yang kosong atau lampiran yang kurang. Hal ini berbeda dengan accuracy (keakuratan); sebuah dokumen bisa saja lengkap (complete) tetapi isinya tidak akurat.
Dalam konteks filosofis atau kualitas, completeness lebih mengarah pada rasa utuh atau menyeluruh. Ini menggambarkan sesuatu yang telah mencapai titik akhir yang memuaskan sehingga tidak memerlukan tambahan apa pun lagi untuk menjadi sempurna.
Perbandingan dengan Kata Serupa
completeness vs perfection: Meskipun keduanya bisa diterjemahkan sebagai kesempurnaan, completeness lebih berfokus pada aspek "keutuhan" atau "tidak adanya bagian yang hilang", sedangkan perfection berfokus pada "ketiadaan cacat" atau standar kualitas tertinggi.
completeness vs entirety: entirety lebih merujuk pada keseluruhan jumlah atau massa (totalitas), sementara completeness merujuk pada pemenuhan syarat atau elemen yang dibutuhkan.
Contoh Penggunaan
Benar: The completeness of the report is essential for the audit. (Kelengkapan laporan tersebut sangat penting untuk audit.)
Benar: She felt a sense of completeness after finishing her masterpiece. (Dia merasakan sebuah kesempurnaan/keutuhan setelah menyelesaikan karya agungnya.)
Meanings
Keadaan atau kondisi memiliki semua bagian atau elemen yang diperlukan
The lawyer checked the completeness of the evidence before the trial.
Pengacara itu memeriksa kelengkapan bukti sebelum persidangan.
Kualitas menjadi utuh, menyeluruh, atau selesai dalam setiap detail
The artist felt a sense of completeness once the final brushstroke was applied.
Seniman itu merasakan rasa keutuhan setelah goresan kuas terakhir diterapkan.