arbitrariness
Kata arbitrariness memiliki dua nuansa makna yang sangat berbeda tergantung pada konteks penggunaannya, yaitu dalam konteks sosial-politik dan konteks linguistik. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan apakah kata ini merujuk pada tindakan yang tidak adil atau pada konsep teknis dalam ilmu bahasa.
Nuansa Penggunaan Sosial dan Politik
Dalam konteks umum, arbitrariness merujuk pada kesewenang-wenangan. Ini menggambarkan situasi di mana sebuah keputusan atau aturan dibuat berdasarkan keinginan pribadi, suasana hati, atau pilihan acak seseorang yang memiliki kekuasaan, tanpa mengikuti logika, hukum, atau standar yang objektif. Kata ini membawa konotasi negatif yang kuat, menyiratkan ketidakadilan atau kurangnya transparansi.
Contoh penggunaan yang tepat: The arbitrariness of the judge's decision (Kesewenang-wenangan dari keputusan hakim tersebut).
Nuansa Penggunaan Linguistik
Dalam studi linguistik, arbitrariness diterjemahkan sebagai arbitreritas. Berbeda dengan makna sebelumnya, dalam konteks ini kata tersebut bersifat netral dan teknis. Arbitreritas merujuk pada prinsip bahwa tidak ada hubungan alami atau logis antara bentuk fisik sebuah kata (bunyi atau tulisan) dengan makna yang dikandungnya. Sebagai contoh, tidak ada alasan fisik mengapa hewan berkaki empat yang menggonggong disebut dog dalam bahasa Inggris atau anjing dalam bahasa Indonesia; hubungan ini ada hanya karena kesepakatan sosial.
Contoh penggunaan yang tepat: The arbitrariness of the linguistic sign (Arbitreritas tanda linguistik).
Perbedaan dengan Istilah Serupa
Sering kali terjadi kerancuan antara arbitrariness dengan randomness. Meskipun keduanya melibatkan elemen "acak", randomness lebih merujuk pada probabilitas statistik atau ketiadaan pola (seperti lemparan dadu), sedangkan arbitrariness lebih menekankan pada ketiadaan alasan rasional atau hubungan intrinsik di balik sebuah pilihan atau sistem.
Secara tata bahasa, arbitrariness adalah kata benda abstrak yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Kualitas yang didasarkan pada pilihan acak atau keinginan pribadi, bukan berdasarkan alasan atau sistem tertentu
The arbitrariness of the new rules caused widespread frustration among the staff.
Kesewenang-wenangan dari aturan baru tersebut menyebabkan frustrasi yang meluas di antara para staf.
Sifat dari tanda linguistik di mana tidak ada hubungan alami atau intrinsik antara bunyi sebuah kata dengan maknanya
Saussure emphasized the arbitrariness of the sign to explain how different languages use different sounds for the same concept.
Saussure menekankan arbitreritas tanda untuk menjelaskan bagaimana bahasa yang berbeda menggunakan bunyi yang berbeda untuk konsep yang sama.