legality
legality merujuk pada status atau kualitas dari sesuatu yang sah menurut hukum. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai "legalitas". Nuansa utamanya adalah kepatuhan terhadap aturan tertulis atau undang-undang yang berlaku. Jika sesuatu memiliki legality, berarti hal tersebut tidak melanggar hukum dan diakui secara resmi oleh otoritas negara.
Perbedaan Nuansa dan Penggunaan
Sangat penting untuk membedakan antara legality dengan legitimacy. Meskipun keduanya sering diterjemahkan sebagai "keabsahan" dalam bahasa Indonesia, keduanya memiliki makna yang sangat berbeda dalam bahasa Inggris:
legality berfokus pada aspek hukum formal (apakah hal ini legal atau ilegal menurut undang-undang). Contoh: The legality of the new tax law (Legalitas undang-undang pajak yang baru).
legitimacy berfokus pada penerimaan sosial, moral, atau hak yang dianggap benar/pantas, terlepas dari apakah ada hukum tertulisnya atau tidak. Contoh: The legitimacy of the government (Legitimasi pemerintah).
Selain itu, legality dapat digunakan untuk merujuk pada "aspek hukum" tertentu yang sedang diperdebatkan. Misalnya, ketika pengacara membahas detail teknis dalam sebuah kontrak, mereka sedang membahas legality dari klausul tersebut.
Kekeliruan Umum dan Jebakan Terjemahan
Pengguna bahasa Indonesia sering kali terjebak menggunakan kata "legalitas" untuk segala hal yang bersifat "resmi". Namun, dalam bahasa Inggris, legality secara spesifik berkaitan dengan hukum. Jika Anda ingin merujuk pada sesuatu yang "resmi" atau "sah" secara administratif (seperti dokumen yang sudah distempel), kata official atau valid lebih tepat digunakan daripada legality.
❌ Salah: I need to check the legality of this passport (Jika maksudnya adalah memeriksa apakah paspor itu asli/valid).
✅ Benar: I need to check the validity of this passport.
✅ Benar: The lawyer is questioning the legality of the arrest (Pengacara itu mempertanyakan legalitas penangkapan tersebut — karena ini berkaitan dengan prosedur hukum).
Secara tata bahasa, legality adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun) ketika merujuk pada konsep hukum secara umum, namun dapat menjadi kata benda terhitung (countable noun) ketika merujuk pada poin-poin atau aspek hukum tertentu dalam sebuah kasus.
Meanings
Keadaan atau kualitas yang sesuai dengan hukum
The company is reviewing the legality of the new contract.
Perusahaan sedang meninjau legalitas kontrak baru tersebut.
Poin atau detail hukum tertentu yang sedang diperdebatkan atau dipertimbangkan
The lawyers spent hours arguing over a minor legality in the probate code.
Para pengacara menghabiskan waktu berjam-jam memperdebatkan aspek hukum kecil dalam kode probat.