D
Dicread
HomeDictionaryTtastelessness

tastelessness

kehambaran / ketidakberseleraan / ketidaksopanan
Noun

Kata tastelessness memiliki cakupan makna yang luas dan dapat membingungkan bagi penutur bahasa Indonesia karena satu kata ini mencakup tiga dimensi yang berbeda: rasa fisik, estetika, dan etika. Dalam bahasa Indonesia, kita biasanya menggunakan kata yang berbeda untuk setiap konteks tersebut, sehingga pemilihan kata terjemahan yang tepat sangat bergantung pada situasi penggunaannya.

Nuansa Makna dan Konteks Penggunaan

Secara harfiah, tastelessness merujuk pada kehambaran, yaitu kondisi di mana makanan atau minuman tidak memiliki rasa atau terasa tawar. Dalam konteks ini, kata tersebut bersifat deskriptif terhadap indra pengecap.

Namun, kata ini lebih sering digunakan secara kiasan untuk menggambarkan ketidakberseleraan. Hal ini berkaitan dengan kurangnya penilaian estetika atau gaya, seperti pemilihan warna pakaian yang sangat tidak serasi atau dekorasi ruangan yang dianggap norak. Di sini, tastelessness bukan tentang rasa di lidah, melainkan tentang "rasa" dalam seni dan mode.

Selain itu, tastelessness juga dapat merujuk pada ketidaksopanan. Dalam konteks sosial, ini menggambarkan perilaku, ucapan, atau lelucon yang dianggap tidak pantas, menyinggung, atau tidak sensitif terhadap situasi tertentu (misalnya membuat lelucon kasar saat suasana duka).

Perbandingan dengan Kata Serupa

Penting untuk membedakan tastelessness dengan kata lain yang memiliki nuansa serupa:

blandness: Lebih spesifik merujuk pada kehambaran rasa fisik (makanan) atau kurangnya karakter/kejutan dalam kepribadian seseorang, tetapi tidak digunakan untuk menggambarkan ketidaksopanan sosial.
vulgarity: Lebih menekankan pada kekasaran atau kevulgaran yang eksplisit, sementara tastelessness lebih kepada kurangnya kepekaan atau penilaian yang buruk terhadap apa yang pantas.
rudeness: Merujuk pada perilaku kasar secara langsung, sedangkan tastelessness dalam konteks sosial lebih kepada ketidakpantasan pemilihan topik atau tindakan yang tidak sensitif.

Contoh Penggunaan yang Tepat

Konteks Rasa: The tastelessness of the soup was disappointing (Kehambaran sup itu mengecewakan).
Konteks Estetika: The tastelessness of the neon wallpaper (Ketidakberseleraan wallpaper berwarna merah muda neon).
Konteks Sosial: The tastelessness of the joke at the funeral (Ketidaksopanan lelucon di acara pemakaman).

Secara tata bahasa, tastelessness adalah kata benda abstrak yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.

Meanings

Nounkehambaran

Kualitas kurangnya rasa atau terasa tawar

The tastelessness of the boiled vegetables made the meal disappointing.

Kehambaran sayuran rebus itu membuat hidangannya mengecewakan.

Nounketidakberseleraan

Kurangnya penilaian estetika, gaya, atau kepatutan sosial

The tastelessness of the neon-pink wallpaper shocked the interior designer.

Ketidakberseleraan wallpaper berwarna merah muda neon itu mengejutkan desainer interior.

Nounketidaksopanan

Kualitas menjadi menyinggung atau tidak pantas dalam pengertian sosial atau moral

The tastelessness of the joke at the funeral caused an immediate silence.

Ketidaksopanan lelucon di acara pemakaman itu menyebabkan keheningan seketika.

Related Words

Last Updated: May 2026Report an Error