decorum
decorum merujuk pada perilaku yang sopan, pantas, dan sesuai dengan etiket yang diharapkan dalam situasi sosial tertentu. Kata ini tidak sekadar berarti "sopan", tetapi lebih menekankan pada kepatuhan terhadap standar perilaku yang dianggap layak atau terhormat dalam lingkungan formal, seperti di pengadilan, acara kenegaraan, atau upacara keagamaan.
Nuansa Penggunaan
Berbeda dengan politeness yang bersifat umum dan bisa diterapkan dalam percakapan sehari-hari, decorum memiliki konotasi yang lebih kaku dan formal. Jika seseorang dikatakan menjaga decorum, artinya mereka menahan diri dari tindakan yang tidak pantas agar tidak merusak suasana khidmat atau martabat sebuah acara. Penggunaan kata ini sering kali dikaitkan dengan pengendalian diri dan penghormatan terhadap norma sosial yang berlaku.
Contoh penggunaan tepat: The judge insisted on strict decorum in the courtroom (Hakim menekankan kepatuhan ketat pada tata krama di ruang sidang).
Contoh penggunaan kurang tepat: Menggunakan decorum untuk menggambarkan keramahan seseorang saat menyambut tamu di rumah secara santai; dalam konteks ini, politeness atau hospitality lebih tepat.
Perbedaan dengan Istilah Serupa
Dalam bahasa Indonesia, decorum sering diterjemahkan sebagai "kesopanan" atau "kepatutan". Namun, perlu diperhatikan bahwa decorum lebih dekat dengan konsep "tata krama" atau "etiket formal". Sementara propriety juga memiliki makna serupa, propriety lebih berfokus pada standar moral tentang apa yang benar atau salah, sedangkan decorum lebih berfokus pada penampilan luar dan perilaku yang sesuai dengan protokol sosial.
Secara tata bahasa, decorum adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Perilaku yang sesuai dengan tata krama dan kepatutan
The lawyer maintained a sense of decorum throughout the trial.
Pengacara itu menjaga kesopanan selama persidangan.