revolt
Kata revolt memiliki dua dimensi makna yang sangat berbeda: satu berkaitan dengan tindakan politik atau sosial, dan satu lagi berkaitan dengan reaksi emosional atau fisik. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan kapan kata ini digunakan sebagai kata kerja yang berarti memberontak dan kapan digunakan untuk menggambarkan rasa jijik.
Nuansa Pemberontakan dan Perlawanan
Dalam konteks politik, revolt merujuk pada tindakan aktif untuk melawan otoritas atau pemerintah, sering kali melibatkan kekerasan atau pengorganisasian massa. Kata ini memiliki nuansa yang lebih spontan atau reaktif dibandingkan dengan rebellion. Sementara rebellion bisa merujuk pada keadaan pemberontakan yang lebih terstruktur atau jangka panjang, revolt sering kali menggambarkan ledakan kemarahan yang memicu aksi perlawanan.
Contoh penggunaan: The citizens decided to revolt against the unfair taxes (Warga memutuskan untuk memberontak melawan pajak yang tidak adil).
Nuansa Rasa Jijik dan Kengerian
Secara psikologis, revolt digunakan untuk menggambarkan perasaan sangat terganggu, muak, atau jijik terhadap sesuatu. Dalam konteks ini, kata tersebut tidak merujuk pada perlawanan fisik, melainkan reaksi internal yang membuat seseorang merasa mual atau ngeri. Hal ini sering kali diterjemahkan sebagai memuakkan dalam bahasa Indonesia.
Contoh penggunaan: The smell of the decaying carcass made him revolt (Bau bangkai yang membusuk itu membuat dia merasa jijik).
Perbedaan dengan Kata Serupa
Sangat penting untuk tidak tertukar antara revolt dengan revolution. Meskipun keduanya melibatkan perubahan kekuasaan, revolution (revolusi) biasanya menyiratkan perubahan sistemik yang menyeluruh dan fundamental dalam struktur pemerintahan atau sosial, sedangkan revolt lebih berfokus pada tindakan penolakan atau perlawanan terhadap penguasa yang ada tanpa selalu bertujuan mengubah seluruh sistem.
Secara tata bahasa, revolt dapat berfungsi sebagai kata kerja (verb) maupun kata benda (noun). Sebagai kata benda, ia merujuk pada peristiwa pemberontakan itu sendiri. Sebagai kata kerja, ia bisa bersifat transitif (memberontak melawan sesuatu) atau intransitif (melakukan pemberontakan).
Meanings
Bangkit dalam pemberontakan melawan pemerintah atau otoritas yang berkuasa
The peasants decided to revolt against the oppressive regime.
Para petani memutuskan untuk memberontak melawan rezim yang menindas.
Menyebabkan seseorang merasakan rasa jijik atau ngeri yang mendalam
The smell of the rotting fish revolted everyone in the room.
Bau ikan busuk itu membuat semua orang di ruangan merasa jijik.
Upaya untuk mengakhiri otoritas pemerintah atau penguasa dengan menggunakan kekerasan
The military coup was a failed revolt against the dictatorship.
Kudeta militer itu merupakan pemberontakan yang gagal melawan kediktatoran.