resign
Kata resign paling umum digunakan dalam konteks profesional untuk menyatakan pengunduran diri dari pekerjaan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki nuansa formal dan sukarela, berbeda dengan fired (dipecat) yang bersifat paksaan dari pihak pemberi kerja. Penggunaan resign menekankan pada keputusan pribadi untuk berhenti dari suatu jabatan atau posisi otoritas.
Nuansa Penerimaan dan Kepasrahan
Selain konteks pekerjaan, resign memiliki makna semantik yang sangat berbeda ketika diikuti oleh kata depan to (seperti dalam frasa resign oneself to). Dalam konteks ini, resign tidak berarti berhenti bekerja, melainkan menerima situasi buruk atau tidak menyenangkan dengan pasrah karena merasa tidak ada jalan keluar lain. Hal ini mirip dengan konsep "ikhlas" atau "pasrah" dalam budaya Indonesia.
Contoh penggunaan profesional: He decided to resign from the board of directors (Dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari dewan direksi).
Contoh penggunaan kepasrahan: She resigned herself to the fact that the project would fail (Dia pasrah pada kenyataan bahwa proyek tersebut akan gagal).
Perbedaan dengan Kata Serupa
Penting untuk membedakan resign dengan quit. Meskipun keduanya bisa berarti "berhenti", resign jauh lebih formal dan biasanya melibatkan proses administratif resmi (seperti surat pengunduran diri). Sementara itu, quit lebih kasual dan bisa bermakna berhenti secara tiba-tiba atau bahkan tanpa pemberitahuan resmi.
resign: Digunakan dalam surat resmi atau pengumuman perusahaan.
quit: Digunakan dalam percakapan sehari-hari atau ketika seseorang berhenti melakukan kebiasaan tertentu (misalnya quit smoking).
Meanings
Meninggalkan pekerjaan atau posisi otoritas secara sukarela
The CEO decided to resign after the scandal.
CEO tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri setelah skandal itu terjadi.
Menyerahkan posisi, jabatan, atau hak secara resmi
She resigned her seat in parliament to pursue a career in law.
Dia melepaskan kursinya di parlemen untuk mengejar karier di bidang hukum.
Menerima sesuatu yang tidak menyenangkan yang tidak dapat dihindari
He resigned himself to the fact that he would have to work through the weekend.
Dia pasrah pada kenyataan bahwa dia harus bekerja sepanjang akhir pekan.