pardon
Kata pardon memiliki dua nuansa penggunaan yang sangat berbeda tergantung pada konteksnya, yaitu konteks hukum yang formal dan konteks sosial yang sopan. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan kapan kata ini berarti pengampunan resmi atas kejahatan dan kapan ia sekadar ungkapan permintaan maaf atau permohonan pengulangan kata.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Dalam konteks hukum, pardon merujuk pada tindakan resmi oleh otoritas tinggi (seperti Presiden atau Gubernur) untuk membebaskan seseorang dari hukuman pidana. Ini adalah tindakan legal yang menghapus konsekuensi hukum dari suatu kejahatan. Dalam hal ini, pardon lebih tepat diterjemahkan sebagai mengampuni atau pengampunan.
Dalam konteks sosial, pardon digunakan sebagai cara yang sangat sopan untuk meminta seseorang mengulangi apa yang baru saja mereka katakan karena Anda tidak mendengar atau tidak memahaminya. Penggunaan ini jauh lebih formal daripada kata sorry. Jika Anda menggunakan pardon dalam situasi santai dengan teman, Anda mungkin akan terdengar terlalu kaku atau bahkan sarkastik.
Konteks Hukum: The president granted a full pardon to the prisoner. (Presiden memberikan pengampunan penuh kepada tahanan tersebut.)
Konteks Sosial: Pardon? I didn't quite catch that. (Maaf? Saya tidak begitu menangkap apa yang Anda katakan.)
Perbandingan dengan Kata Serupa
Sering terjadi kebingungan antara pardon dan sorry. Meskipun keduanya bisa diterjemahkan sebagai maaf dalam bahasa Indonesia, fungsinya berbeda:
sorry digunakan untuk mengekspresikan penyesalan atas suatu kesalahan atau rasa simpati terhadap kemalangan orang lain.
pardon (dalam konteks sosial) digunakan khusus untuk meminta klarifikasi atau pengulangan informasi.
Selain itu, dibandingkan dengan forgive, kata pardon dalam konteks hukum bersifat administratif dan legal, sedangkan forgive lebih bersifat personal dan emosional. Seseorang bisa saja memberikan pardon secara hukum tanpa benar-benar forgive secara pribadi.
Catatan Tata Bahasa
Kata pardon dapat berfungsi sebagai kata kerja (verb) maupun kata benda (noun). Sebagai kata benda, ia sering dipasangkan dengan kata kerja grant (memberikan), seperti dalam frasa grant a pardon. Sebagai kata kerja, ia dapat digunakan secara transitif untuk mengampuni seseorang atau digunakan sebagai interjeksi tunggal dalam percakapan sopan.
Meanings
Memaafkan seseorang atas suatu kejahatan atau pelanggaran secara resmi, biasanya melalui tindakan hukum pengampunan
The governor decided to pardon the prisoner after new evidence emerged.
Gubernur memutuskan untuk mengampuni tahanan tersebut setelah bukti baru muncul.
Memaklumi seseorang atas kesalahan kecil atau kekeliruan sosial, sering digunakan sebagai permintaan sopan untuk pengulangan kata
Pardon me, but I did not quite catch what you said.
Maafkan saya, tetapi saya tidak begitu menangkap apa yang Anda katakan.
Tindakan resmi memaafkan suatu kejahatan atau pembebasan hukum seseorang dari hukuman atas suatu kejahatan
The president granted a full pardon to the former diplomat.
Presiden memberikan pengampunan penuh kepada mantan diplomat tersebut.
Tindakan pemberian maaf atau pemakluman atas suatu kesalahan atau kekeliruan sosial
I beg your pardon for interrupting the meeting.
Saya mohon maaf karena telah menyela rapat ini.