convict
Kata convict memiliki dua fungsi tata bahasa yang berbeda dengan penekanan makna yang berbeda pula. Sebagai kata kerja, convict merujuk pada proses hukum formal di mana seseorang dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Hal ini berbeda dengan kata sentence, yang berfokus pada penentuan jenis hukuman setelah seseorang dinyatakan bersalah.
Sebagai kata benda, convict merujuk pada orang yang telah terbukti bersalah dan biasanya sedang menjalani masa hukuman. Dalam konteks sosial, kata ini membawa konotasi yang cukup berat dan stigmatis, sehingga dalam situasi formal atau administratif, istilah prisoner (tahanan) atau inmate (penghuni penjara) sering digunakan untuk menjaga netralitas.
Perbedaan Nuansa dengan Kata Terkait
convict vs prisoner: Seorang convict adalah seseorang yang sudah melalui proses pengadilan dan terbukti bersalah. Sementara itu, prisoner adalah istilah umum untuk siapa saja yang dikurung, termasuk mereka yang masih menunggu persidangan (tahanan sementara).
convict vs criminal: criminal adalah istilah umum untuk orang yang melakukan kejahatan, terlepas dari apakah mereka sudah tertangkap atau divonis oleh pengadilan. Seseorang menjadi convict hanya setelah ada putusan hukum resmi.
Konteks Penggunaan
Penggunaan sebagai kata kerja: The jury convicted him of murder (Juri memvonisnya atas pembunuhan).
Penggunaan sebagai kata benda: The escaped convict was recaptured (Terpidana yang melarikan diri itu berhasil ditangkap kembali).
Meanings
Menyatakan seseorang bersalah atas tindak pidana secara resmi melalui putusan juri atau keputusan hakim
The jury took only two hours to convict the defendant of fraud.
Juri hanya membutuhkan waktu dua jam untuk memvonis terdakwa atas kasus penipuan.
Seseorang yang telah dinyatakan bersalah atas suatu kejahatan dan sedang menjalani hukuman di penjara
The prison guards kept a close watch on every convict in the yard.
Penjaga penjara mengawasi dengan ketat setiap terpidana di halaman.