D
Dicread
HomeDictionaryPperishable

perishable

mudah rusak / fana
Adjective

Kata perishable paling sering digunakan dalam konteks logistik, perdagangan, dan pangan untuk mendeskripsikan barang yang memiliki masa simpan singkat. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai "mudah rusak", namun penting untuk dipahami bahwa "rusak" di sini bukan berarti hancur secara fisik (seperti kaca yang pecah), melainkan membusuk atau mengalami degradasi biologis (seperti buah atau daging).

Nuansa Penggunaan dan Konteks

Dalam konteks komersial, perishable merujuk pada kategori barang yang memerlukan penanganan khusus, seperti pendinginan atau pengiriman cepat, agar tidak basi. Contohnya, produk susu dan sayuran adalah perishable goods. Sebaliknya, barang yang tidak mudah busuk disebut sebagai non-perishable (misalnya beras atau kalengan).

Benar: perishable food (makanan yang mudah busuk/basi)
Salah: Menggunakan perishable untuk mendeskripsikan barang elektronik yang rapuh; untuk hal tersebut, gunakan kata fragile.

Penggunaan Metaforis dan Filosofis

Selain konteks fisik, perishable dapat digunakan secara puitis atau filosofis untuk menggambarkan sesuatu yang tidak kekal atau fana. Dalam konteks ini, kata tersebut merujuk pada kehidupan manusia atau keindahan yang akan hilang seiring berjalannya waktu. Hal ini berbeda dengan temporary yang berarti sementara dalam hal durasi, sementara perishable menekankan pada proses pelapukan atau kematian.

Contoh: the perishable nature of human life (sifat fana dari kehidupan manusia)

Catatan Tata Bahasa

Kata ini dapat berfungsi sebagai kata sifat (adjective) untuk menerangkan benda, atau sebagai kata benda (noun) ketika merujuk pada barang-barang yang mudah rusak tersebut secara kolektif.

Meanings

Adjectivemudah rusak

Cenderung membusuk atau menjadi buruk dengan cepat, terutama merujuk pada makanan atau materi organik

Fresh milk and fish are highly perishable goods.

Susu segar dan ikan adalah barang yang sangat mudah rusak.

Adjectivefana

Dapat mengalami kematian atau kehancuran; tidak kekal

The poet reflected on the perishable nature of human existence.

Penyair itu merenungkan sifat fana dari eksistensi manusia.

Related Words

Last Updated: June 19, 2026Report an Error