mortal
/ˈmɔːtəl/
Kata ini membawa nuansa kerapuhan dan keniscayaan yang mendalam. Saat menggambarkan kehidupan, kata ini membangkitkan kontras antara sifat manusia yang fana dengan keabadian para dewa atau alam. Dalam makna 'fatal', kata ini menggambarkan cedera atau serangan yang tidak mungkin bisa disembuhkan. Maknanya terasa lebih mutlak dan final dibandingkan dengan kata 'serius' atau 'kritis'. Ketika digunakan untuk menggambarkan emosi seperti ketakutan atau permusuhan, kata ini menunjukkan tingkat intensitas yang menguasai seluruh diri seseorang, yang menyiratkan bahwa konflik atau teror tersebut begitu hebat hingga bisa menyebabkan kematian.
Countable when referring to an individual human being (a mortal). Uncountable when referring to the general quality of being subject to death (mortality).
Meanings
Terikat pada kematian; ditakdirkan untuk mati
"All humans are mortal, regardless of their status."
Semua manusia adalah makhluk fana, terlepas dari status mereka.
Menyebabkan kematian; mematikan
"The soldier suffered a mortal wound during the battle."
Prajurit itu menderita luka fatal selama pertempuran.
Sangat intens atau ekstrem (sering digunakan untuk menggambarkan ketakutan, kebencian, atau permusuhan)
"The two families have been mortal enemies for generations."
Kedua keluarga tersebut telah menjadi musuh bebuyutan selama beberapa generasi.
Seorang manusia, sebagai pembeda dari dewa atau entitas yang abadi
"He is but a mere mortal, prone to mistakes and weaknesses."
Dia hanyalah seorang manusia biasa, yang rentan terhadap kesalahan dan kelemahan.