fruit
/fɹuːt/
Dalam makna harfiah, kata ini membangkitkan kesan kesegaran, rasa manis, dan kelimpahan alam. Meskipun secara botani sangat tepat, dalam penggunaan umum kata ini sering kali tidak mencakup sayuran (seperti tomat) karena persepsi kuliner.
Secara metaforis, kata ini membawa konotasi yang kuat tentang imbalan dan pencapaian. Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu telah matang seiring berjalannya waktu melalui upaya tertentu, sehingga mengalihkan fokus dari proses kerja keras menuju kepuasan atas hasil yang didapat.
Sebagai kata kerja, istilah ini terasa lebih formal dibandingkan dengan frasa result in atau pay off, dan sering digunakan dalam konteks profesional atau sastra untuk menggambarkan akhir yang sukses.
Uncountable when talking about fruit as a general food group or a collective mass ('I eat plenty of fruit'). Countable when referring to different species or varieties of the produce ('The market sells many exotic fruits like durian and dragon fruit').
Meanings
Bagian tanaman yang berbiji, biasanya berdaging dan manis, yang berkembang dari ovarium setelah berbunga
"She sliced a fresh piece of fruit for breakfast."
Dia mengiris sepotong buah segar untuk sarapan.
Hasil atau imbalan dari kerja keras, upaya, atau proses tertentu
"The success of the project was the fruit of months of hard labor."
Keberhasilan proyek tersebut merupakan hasil dari kerja keras selama berbulan-bulan.
Menghasilkan buah; memberikan hasil positif dari suatu tindakan
"Their patience eventually fruited in a lucrative business deal."
Kesabaran mereka akhirnya membuahkan kesepakatan bisnis yang menguntungkan.
Menghasilkan atau memproduksi buah sebagai tanaman
"The citrus trees began to fruit in early spring."
Pohon jeruk mulai berbuah pada awal musim semi.