fat
/fæt/
Penggunaan kata fat sebagai kata sifat untuk manusia membawa beban sosial dan emosional yang berat. Kata ini sering dianggap terlalu lugas, kritis, atau menyinggung, berbeda dengan pilihan kata yang lebih halus seperti overweight atau plump.
Dalam konteks biologi atau kuliner (sebagai kata benda), kata ini bersifat netral dan deskriptif, merujuk pada penyimpanan energi pada hewan atau bahan dalam memasak.
Terdapat perbedaan mencolok antara konotasi negatif terkait penampilan fisik dan konotasi positif mengenai kekayaan atau kelimpahan yang ditemukan dalam beberapa ekspresi idiomatis.
Uncountable when referring to the greasy substance in general or as a nutrient ('saturated fat'). Countable when referring to specific deposits of adipose tissue on a body ('the pockets of fat around the waist').
Meanings
Memiliki jumlah daging berlebih yang banyak; montok
"The fat cat slept on the sofa all afternoon."
Kucing gemuk itu tidur di sofa sepanjang sore.
Zat berminyak alami yang terdapat pada tubuh hewan
"Trim the excess fat from the steak before cooking it."
Buang lemak berlebih dari daging steak sebelum memasaknya.
Membuat seseorang atau sesuatu menjadi gemuk dengan memberi makanan yang kaya nutrisi
"They tried to fat the livestock quickly before the market opened."
Mereka mencoba menggemukkan hewan ternak dengan cepat sebelum pasar dibuka.