duplicity
duplicity merujuk pada tindakan pengkhianatan atau ketidakjujuran yang disengaja, di mana seseorang menampilkan satu wajah kepada publik namun memiliki niat atau agenda lain yang tersembunyi. Kata ini membawa konotasi negatif yang sangat kuat, menyiratkan kelicikan dan manipulasi yang terencana, bukan sekadar kebohongan kecil yang tidak disengaja.
Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "duplisitas" atau "kemunafikan". Perbedaan utamanya dengan kata dishonesty adalah bahwa duplicity secara spesifik menekankan pada aspek "dua wajah" atau kepura-puraan yang sistematis untuk menipu orang lain.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Sangat penting untuk membedakan duplicity dari beberapa kata serupa agar tidak terjadi kesalahan penggunaan:
deceit: Lebih bersifat umum untuk segala jenis penipuan. Sementara duplicity lebih spesifik pada perilaku bermuka dua.
hypocrisy: Meskipun mirip dengan kemunafikan, hypocrisy biasanya berkaitan dengan mengklaim memiliki standar moral yang tinggi namun tidak mempraktikkannya. Sedangkan duplicity lebih fokus pada strategi penipuan untuk keuntungan pribadi atau politik.
Contoh penggunaan yang tepat:
Benar: His duplicity was revealed when the secret recordings were leaked. (Duplisitasnya terungkap ketika rekaman rahasia itu bocor.)
Salah: Menggunakan duplicity untuk kesalahan kecil seperti lupa memberi tahu sesuatu. Untuk hal tersebut, gunakan dishonesty atau insincerity.
Konteks Penggunaan dan Tata Bahasa
Kata ini hampir selalu digunakan dalam konteks formal, seperti dalam analisis politik, drama sastra, atau laporan hukum. Jarang sekali kata ini muncul dalam percakapan santai sehari-hari karena bobot emosional dan formalitasnya yang tinggi.
Secara tata bahasa, duplicity adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun). Oleh karena itu, kata ini tidak menggunakan artikel a atau an di depannya, dan tidak memiliki bentuk jamak. Anda tidak bisa mengatakan a duplicity atau duplicities dalam konteks standar.
Meanings
Sifat tidak jujur dalam ucapan atau perilaku, seperti berbicara atau bertindak dengan dua cara berbeda kepada orang yang berbeda mengenai satu hal yang sama
His political career was built on a foundation of calculated duplicity.
Karier politiknya dibangun di atas landasan duplisitas yang diperhitungkan.