D
Dicread
HomeDictionaryDdimness

dimness

keremangan / kekaburan / ketumpulan
Noun

Kata dimness memiliki cakupan makna yang luas, mulai dari aspek fisik cahaya hingga kondisi mental. Dalam bahasa Indonesia, kata ini tidak memiliki satu padanan tunggal, sehingga penerjemahannya sangat bergantung pada konteks penggunaannya.

Nuansa Makna dan Konteks

Secara fisik, dimness merujuk pada kondisi cahaya yang rendah atau kurang terang, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai keremangan. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan suasana ruangan yang redup atau kondisi alam saat senja. Contohnya, jika Anda ingin menggambarkan suasana kamar yang hanya diterangi satu lampu kecil, gunakanlah istilah keremangan.

Dalam konteks visual atau optik, dimness bisa merujuk pada kurangnya ketajaman atau kejelasan warna, yang diterjemahkan sebagai kekaburan. Hal ini berbeda dengan blurriness yang lebih menekankan pada fokus yang tidak tajam; dimness lebih menekankan pada hilangnya intensitas cahaya atau warna sehingga objek menjadi tidak jelas.

Secara metaforis, dimness digunakan untuk menggambarkan kurangnya kecerdasan, kewaspadaan, atau kecepatan berpikir seseorang, yang diterjemahkan sebagai ketumpulan. Dalam konteks ini, kata tersebut membawa konotasi negatif mengenai kemampuan kognitif seseorang yang lambat dalam menangkap maksud atau situasi.

Perbandingan dengan Kata Serupa

Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk membedakan dimness dengan beberapa kata berikut:

darkness: Jika dimness adalah keremangan (masih ada sedikit cahaya), maka darkness adalah kegelapan total (tidak ada cahaya sama sekali).
dullness: Meskipun keduanya bisa berarti ketumpulan secara mental, dullness lebih sering merujuk pada rasa bosan atau kurangnya gairah, sedangkan dimness lebih merujuk pada kurangnya ketajaman intelektual.

Penggunaan dalam Kalimat

Konteks Cahaya: The dimness of the hallway made it hard to find the switch (Keremangan lorong itu membuatnya sulit untuk menemukan sakelar).
Konteks Visual: The dimness of the distant mountains suggested a storm (Kekaburan gunung-gunung yang jauh mengisyaratkan badai yang akan datang).
Konteks Mental: He was surprised by the sudden dimness of his own reasoning (Dia terkejut oleh ketumpulan penalarannya sendiri yang tiba-tiba).

Dari sisi tata bahasa, dimness adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dengan artikel a atau an kecuali jika diikuti oleh kata sifat yang menspesifikasikannya.

Meanings

Nounkeremangan

Keadaan yang memiliki sedikit cahaya atau kurang terang

The dimness of the room made it difficult to read the fine print.

Keremangan ruangan itu membuatnya sulit untuk membaca tulisan yang kecil.

Nounkekaburan

Kurangnya kejelasan, ketajaman, atau kejelasan warna dalam sebuah citra visual atau persepsi

The dimness of the distant horizon suggested a coming storm.

Kekaburan cakrawala yang jauh mengisyaratkan badai yang akan datang.

Nounketumpulan

Kurangnya kewaspadaan mental, kecerdasan, atau kecepatan dalam memahami sesuatu

He was surprised by the sudden dimness of his own reasoning during the crisis.

Dia terkejut oleh ketumpulan penalarannya sendiri yang tiba-tiba saat terjadi krisis.

Related Words

Last Updated: May 2026Report an Error