D
Dicread
HomeDictionaryPpossess

possess

memiliki / mempunyai / merasuki / menguasai
Transitive Verb
past: possessedpp: possesseding: possessing

Kata possess memiliki nuansa yang jauh lebih formal dibandingkan dengan kata have atau own. Dalam bahasa Indonesia, kata ini dapat diterjemahkan menjadi "memiliki" atau "mempunyai", namun penggunaannya dalam bahasa Inggris sering kali merujuk pada kepemilikan yang bersifat resmi, permanen, atau berkaitan dengan kualitas internal seseorang.

Nuansa Kepemilikan dan Karakteristik

Saat digunakan untuk benda fisik, possess memberikan kesan kepemilikan yang sah atau legal. Namun, penggunaan yang paling umum adalah untuk menggambarkan kualitas, keterampilan, atau ciri khas yang melekat pada diri seseorang. Perbedaan utamanya dengan have adalah possess menekankan bahwa kualitas tersebut adalah bagian dari identitas atau kapasitas orang tersebut.

Contoh penggunaan yang tepat: She possesses a rare talent for diplomacy (Dia mempunyai bakat langka dalam diplomasi).
Perbandingan: Menggunakan have dalam kalimat di atas terasa lebih kasual, sedangkan possess memberikan penekanan pada keistimewaan bakat tersebut.

Konteks Penguasaan dan Kerasukan

Salah satu aspek unik dari possess adalah penggunaannya dalam konteks psikologis atau supernatural. Kata ini dapat berarti "menguasai" pikiran seseorang secara total atau "kerasukan" oleh kekuatan eksternal seperti roh. Dalam konteks ini, subjek tidak lagi memiliki kendali atas dirinya sendiri.

Contoh penguasaan pikiran: A sudden impulse possessed him to quit his job (Dorongan tiba-tiba menguasai dirinya untuk berhenti dari pekerjaannya).
Contoh kerasukan: The villagers believed the boy was possessed by an evil spirit (Para penduduk desa percaya bahwa anak laki-laki itu kerasukan roh jahat).

Perbedaan dengan Kata Serupa

Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk membedakan possess dengan own. Kata own hampir selalu merujuk pada hak milik legal atas benda fisik (seperti rumah atau mobil), sedangkan possess bisa mencakup hal-hal abstrak seperti keberanian, kecerdasan, atau kekuatan.

own: Fokus pada aspek hukum/kepemilikan properti.
possess: Fokus pada kepemilikan kualitas atau kontrol atas sesuatu.

Secara tata bahasa, possess adalah kata kerja transitif yang diikuti langsung oleh objek. Kata ini tidak digunakan dalam bentuk progresif (continuous) saat merujuk pada kepemilikan statis; jadi, Anda tidak bisa mengatakan I am possessing a car, melainkan harus menggunakan I possess a car.

Meanings

Transitive Verbmemiliki
[~ something]

Mempunyai atau memiliki sesuatu sebagai properti yang sah secara hukum atau hak

The company possesses a vast portfolio of international patents.

Perusahaan tersebut memiliki portofolio paten internasional yang sangat luas.

Transitive Verbmempunyai
[~ some quality]

Memiliki kualitas, keterampilan, atau karakteristik tertentu di dalam diri seseorang

She possesses an extraordinary talent for diplomatic negotiation.

Dia mempunyai bakat luar biasa dalam negosiasi diplomatik.

Transitive Verbmerasuki
[~ someone]

Mengendalikan pikiran atau tubuh seseorang, yang biasanya dipercaya dilakukan oleh roh atau iblis

The villagers believed that an evil spirit had come to possess the young man.

Para penduduk desa percaya bahwa roh jahat telah merasuki pemuda itu.

Transitive Verbmenguasai
[~ someone]

Mendominasi pikiran atau perasaan seseorang secara menyeluruh sehingga mereka tidak dapat berpikir jernih atau bertindak normal

A sudden feeling of panic possessed him, making it impossible to speak.

Perasaan panik yang tiba-tiba menguasainya, sehingga ia tidak mungkin untuk berbicara.

Examples

The museum possesses a rare collection of ancient Egyptian artifacts.

Museum itu memiliki koleksi langka artefak Mesir kuno.

The candidate possesses the leadership skills necessary for the role.

Kandidat tersebut mempunyai keterampilan kepemimpinan yang diperlukan untuk peran tersebut.

The horror movie depicts a girl possessed by a malevolent entity.

Film horor itu menggambarkan seorang gadis yang kerasukan entitas jahat.

A strange madness possessed him during the heat of the battle.

Kegilaan aneh menguasai dirinya saat pertempuran sedang memuncak.

Collocations & Compounds

possess the ability

mempunyai keterampilan atau kapasitas tertentu

She possesses the ability to solve complex equations in seconds.

Dia mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan persamaan kompleks dalam hitungan detik.

possess a quality

mempunyai karakteristik tertentu

The new candidate possesses a quality of leadership that is rare in this industry.

Kandidat baru tersebut mempunyai kualitas kepemimpinan yang jarang ditemukan di industri ini.

possess land

memiliki properti atau wilayah tanah

The family continues to possess land in the northern province.

Keluarga tersebut terus memiliki lahan di provinsi utara.

possess wealth

memiliki sejumlah besar uang atau aset

Few individuals possess wealth on the scale of the world's billionaires.

Sedikit individu yang memiliki kekayaan dalam skala miliarder dunia.

be possessed by

dikendalikan oleh roh atau emosi yang meluap-luap

He looked as if he were possessed by a sudden, inexplicable rage.

Dia tampak seolah-olah dikuasai oleh kemarahan tiba-tiba yang tidak dapat dijelaskan.

Idioms & Sayings

possessed by a demon

kerasukan roh jahat

The horror movie features a young girl who is possessed by a demon.

Film horor itu menampilkan seorang gadis muda yang kerasukan roh jahat.

possessed by a spirit

kerasukan roh

Some cultures believe that shamans are possessed by a spirit during rituals.

Beberapa budaya percaya bahwa dukun kerasukan roh selama ritual.

what possesses you

apa yang menguasai dirimu

I cannot understand what possesses you to be so rude to your parents today.

Aku tidak mengerti apa yang menguasai dirimu sehingga kamu menjadi begitu kasar kepada orang tuamu hari ini.

Cultural Context

Psikologi Kepemilikan: Dari Materialisme hingga Supranatural
The Psychology of Possession: From Materialism to the Supernatural

Konsep tentang apa artinya memiliki sesuatu telah berkembang dari sekadar klaim hukum atas kepemilikan menjadi fenomena psikologis dan spiritual yang kompleks.
Dalam budaya konsumen modern, dorongan untuk memiliki barang material sering kali dikaitkan dengan efek kepemilikan, sebuah bias kognitif di mana individu menilai suatu objek lebih tinggi hanya karena mereka memilikinya.
Hal ini menciptakan ikatan emosional yang kuat antara orang tersebut dan objeknya, yang menunjukkan bahwa kita tidak sekadar memiliki barang-barang kita, tetapi dalam arti tertentu, kepemilikan kita mulai menentukan identitas kita.
Namun, kata ini mengambil makna yang lebih gelap dan lebih mendalam ketika kita beralih dari kepemilikan material ke gagasan tentang kerasukan.
Sepanjang sejarah, kepercayaan bahwa entitas eksternal dapat merasuki tubuh manusia telah berfungsi sebagai cermin budaya bagi penyakit mental dan pemberontakan sosial.
Dari ritual eksorsisme pada Abad Pertengahan hingga kiasan sinematik horor modern, ketakutan akan kehilangan otonomi terhadap kekuatan iblis mencerminkan kecemasan mendalam manusia tentang hilangnya pengendalian diri.
Ketika kita mengatakan bahwa roh merasuki seseorang, kita sedang menggambarkan kehilangan agensi yang mutlak, di mana kehendak internal digantikan oleh kekuatan asing.
Menariknya, terdapat jalan tengah dalam cara kita menggambarkan gairah manusia.
Ketika dorongan tiba-tiba menguasai seseorang, hal itu menjadi jembatan metaforis antara kepemilikan dan kegilaan.
Ini menggambarkan keadaan di mana sebuah emosi menjadi begitu dominan sehingga menguasai proses pengambilan keputusan individu tersebut.
Baik itu keserakahan untuk memiliki kekayaan atau ketakutan karena dirasuki hantu, inti dari konsep ini tetap sama: sebuah perjuangan untuk kekuasaan dan kendali atas diri sendiri dan dunia sekitar.

Etymology

Berasal dari bahasa Prancis Kuno posseder, yang berakar dari bahasa Latin possessus, bentuk partisip lampau dari possidere.

Akar bahasa Latin ini merupakan gabungan dari potis, yang berarti kuat atau mampu, dan sedere, yang berarti duduk. Secara historis, istilah ini berkembang dari makna harfiah duduk di tempat kekuasaan atau kendali menjadi makna hukum dan fisik yang lebih luas mengenai kepemilikan dan penguasaan.

Related Words

Last Updated: May 2026Report an Error