worthlessness
Kata worthlessness memiliki dua dimensi makna yang sangat berbeda, yaitu dimensi material/objektif dan dimensi psikologis/subjektif. Dalam bahasa Indonesia, penting untuk membedakan apakah kata ini merujuk pada benda yang tidak memiliki nilai guna atau pada kondisi mental seseorang.
Nuansa Makna dan Penggunaan
Secara objektif, worthlessness digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak memiliki nilai ekonomi, kegunaan praktis, atau kepentingan. Misalnya, dokumen yang sudah kedaluwarsa atau barang rusak yang tidak bisa diperbaiki. Dalam konteks ini, kata ini mirip dengan uselessness, namun worthlessness lebih menekankan pada ketiadaan nilai atau harga (value), sedangkan uselessness lebih menekankan pada ketiadaan fungsi.
Secara psikologis, worthlessness merujuk pada perasaan internal seseorang yang merasa dirinya tidak berharga, tidak berguna, atau tidak memiliki martabat sebagai manusia. Ini adalah istilah yang sering muncul dalam konteks kesehatan mental atau depresi. Perlu diperhatikan bahwa dalam bahasa Indonesia, kita sering menggunakan frasa "merasa tidak berguna" untuk menggambarkan kondisi ini.
Perbandingan dengan Istilah Serupa
worthlessness vs uselessness: Gunakan worthlessness saat berbicara tentang nilai (value/worth) dan uselessness saat berbicara tentang kegunaan (utility/function). Contoh: Sebuah koin kuno yang palsu memiliki worthlessness (tidak bernilai uang), sementara alat yang patah memiliki uselessness (tidak bisa digunakan).
worthlessness vs insignificance: insignificance lebih merujuk pada sesuatu yang terlalu kecil atau tidak penting untuk diperhatikan, sedangkan worthlessness lebih ekstrem karena menyiratkan ketiadaan nilai sama sekali.
Konteks Gramatikal
Kata ini adalah kata benda abstrak (abstract noun) yang tidak dapat dihitung (uncountable). Oleh karena itu, ia tidak memiliki bentuk jamak dan biasanya tidak diawali dengan artikel a atau an.
Meanings
Kualitas tidak memiliki nilai, kegunaan, atau kepentingan yang nyata
The worthlessness of the old documents became apparent when they were found to be duplicates.
Ketidakbergunaan dokumen-dokumen lama itu menjadi jelas ketika ditemukan bahwa dokumen tersebut adalah duplikat.
Perasaan menjadi tidak berguna atau kurang bernilai sebagai seorang manusia
He struggled with a deep sense of worthlessness after losing his job.
Dia berjuang dengan perasaan tidak berharga yang mendalam setelah kehilangan pekerjaannya.