monotony
monotony merujuk pada kondisi yang membosankan karena segala sesuatunya terasa sama, berulang, dan tidak memiliki variasi. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai kemonotonan. Nuansa utamanya adalah rasa jenuh yang muncul akibat ketiadaan perubahan atau kejutan dalam suatu situasi, aktivitas, atau suara.
Nuansa Makna dan Penggunaan
Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan rutinitas harian yang terasa hambar atau lingkungan kerja yang tidak menantang. Berbeda dengan boredom (kebosanan) yang merupakan perasaan subjektif seseorang, monotony lebih menekankan pada karakteristik dari objek atau situasi yang menyebabkan kebosanan tersebut. Misalnya, sebuah pekerjaan bisa memiliki monotony (sifat yang monoton), yang kemudian menyebabkan seseorang merasakan boredom (kebosanan).
Dalam konteks auditori, monotony merujuk pada suara yang tidak memiliki intonasi atau perubahan nada, sehingga terdengar datar dan sering kali membuat pendengar kehilangan minat.
Contoh penggunaan tepat: The monotony of the long commute (Kemonotonan perjalanan jauh yang panjang).
Contoh penggunaan tepat: He spoke in a monotone voice (Dia berbicara dengan nada datar).
Perbedaan dengan Kata Serupa
Perlu diperhatikan perbedaan antara monotony dan tedium. Meskipun keduanya berkaitan dengan kebosanan, tedium lebih menekankan pada rasa lelah atau beban mental akibat tugas yang panjang dan membosankan, sedangkan monotony lebih fokus pada aspek pengulangan dan kurangnya variasi.
Secara tata bahasa, monotony adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Kualitas atau kondisi yang membosankan dan berulang karena kurangnya variasi
The monotony of the long commute began to wear on him.
Kemonotonan perjalanan jauh yang panjang mulai membebani dirinya.
Nada atau tinggi rendah suara yang terus-menerus atau tidak berubah
The speaker's voice was a flat monotony that put the audience to sleep.
Suara pembicara itu adalah nada datar yang membuat penonton tertidur.