commonplace
/ˈkɒmənˌpleɪs/
Kata commonplace digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sudah sangat sering terjadi, ditemukan, atau dialami sehingga tidak lagi dianggap istimewa atau mengejutkan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai lumrah atau biasa. Nuansanya cenderung netral, namun bisa menjadi sedikit negatif jika digunakan untuk mengkritik kurangnya orisinalitas.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Sangat penting untuk membedakan commonplace dengan cliché. Meskipun keduanya bisa diterjemahkan sebagai sesuatu yang tidak orisinal, commonplace lebih merujuk pada fakta objektif tentang frekuensi kemunculan sesuatu di dunia nyata. Sementara itu, cliché (klise) memiliki konotasi yang jauh lebih negatif, merujuk pada ide atau ungkapan yang sudah terlalu sering digunakan hingga menjadi membosankan dan kehilangan maknanya.
commonplace: Merujuk pada hal yang umum terjadi. Contoh: Smartphones are commonplace now (Ponsel pintar telah menjadi lumrah sekarang). Ini adalah pernyataan fakta.
cliché: Merujuk pada sesuatu yang tidak kreatif. Contoh: The plot of the movie was a cliché (Alur cerita film itu adalah klise). Ini adalah kritik terhadap kurangnya kreativitas.
Konteks Penggunaan dan Jebakan Terjemahan
Bagi penutur bahasa Indonesia, hindari menerjemahkan commonplace hanya sebagai umum jika konteksnya menekankan pada hilangnya rasa terkejut atau kekaguman. Kata lumrah lebih menangkap esensi bahwa sesuatu tersebut telah diterima sebagai standar normal dalam masyarakat.
Penggunaan tepat: It is commonplace for students to study abroad (Adalah hal yang lumrah bagi siswa untuk belajar di luar negeri).
Penggunaan kurang tepat: Menggunakan commonplace untuk menggambarkan sesuatu yang hanya sekadar "sering" tetapi masih terasa spesial. Jika sesuatu masih dianggap istimewa meskipun sering terjadi, gunakan kata common atau frequent.
Secara tata bahasa, commonplace dapat berfungsi sebagai kata sifat (adjective) untuk menerangkan kata benda, atau sebagai kata benda (noun) yang merujuk pada hal-hal yang biasa terjadi. Namun, penggunaan sebagai kata sifat jauh lebih sering ditemukan dalam komunikasi sehari-hari.
Countable when referring to a specific trite remark or platitude (a commonplace). Uncountable when describing the general state of being ordinary.
Meanings
Tidak aneh; biasa atau kurang orisinal
In the digital age, smartphones have become commonplace.
Di era digital, ponsel pintar telah menjadi lumrah.
Pernyataan atau ide yang kurang orisinal hingga sampai pada tahap membosankan
His speech was filled with the usual commonplaces about hard work and perseverance.
Pidatonya dipenuhi dengan klise yang biasa tentang kerja keras dan ketekunan.