allergy
Kata allergy secara primer digunakan dalam konteks medis untuk menggambarkan reaksi hipersensitivitas sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu, seperti debu, serbuk sari, atau makanan. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini diterjemahkan langsung menjadi "alergi".
Nuansa Penggunaan Metaforis
Selain makna medis, allergy sering digunakan secara kiasan untuk menunjukkan rasa tidak suka yang sangat kuat, antipati, atau keengganan terhadap sesuatu. Dalam konteks ini, kata tersebut tidak merujuk pada reaksi fisik, melainkan reaksi emosional atau ideologis. Misalnya, jika seseorang dikatakan memiliki allergy terhadap risiko, itu berarti mereka sangat menghindari risiko dalam mengambil keputusan.
Konteks Medis: I have a severe allergy to peanuts (Saya memiliki alergi parah terhadap kacang tanah).
Konteks Metaforis: The company has a strange allergy to innovation (Perusahaan itu memiliki keengganan yang aneh terhadap inovasi).
Perbedaan dengan Istilah Terkait
Penting untuk membedakan allergy dengan intolerance (intoleransi). Meskipun keduanya sering tertukar dalam percakapan sehari lain, allergy melibatkan sistem imun, sedangkan intolerance (seperti intoleransi laktosa) biasanya berkaitan dengan ketidakmampuan sistem pencernaan untuk memproses zat tertentu. Dalam bahasa Inggris, penggunaan kata allergy untuk hal-hal non-medis memberikan penekanan bahwa penolakan tersebut bersifat instingtif dan tidak bisa dihindari.
Meanings
Respons imun tubuh yang berlebihan terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang
He has a severe peanut allergy.
Dia memiliki alergi kacang yang parah.
Perasaan tidak suka atau antipati yang kuat terhadap orang, benda, atau situasi tertentu
The politician has a lifelong allergy to compromise.
Politikus itu memiliki keengganan seumur hidup untuk berkompromi.