pharmacy
Kata pharmacy memiliki dua nuansa makna utama yang berbeda tergantung pada konteksnya, yaitu sebagai tempat fisik dan sebagai bidang ilmu. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan antara tempat menjual obat dan ilmu yang mempelajarinya agar tidak terjadi kerancuan dalam penggunaan kata.
Perbedaan Tempat dan Ilmu
Dalam penggunaan sehari-hari, pharmacy paling sering merujuk pada toko atau fasilitas kesehatan tempat obat-obatan dijual dan disiapkan, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai apotek. Namun, dalam konteks akademik atau profesional, pharmacy merujuk pada ilmu farmasi, yaitu studi tentang pembuatan dan penggunaan obat-obatan.
Contoh penggunaan sebagai tempat: I need to go to the pharmacy to pick up my medication (Saya harus pergi ke apotek untuk mengambil obat saya).
Contoh penggunaan sebagai ilmu: She is studying pharmacy at university (Dia sedang belajar farmasi di universitas).
Kaitan dengan Profesi
Perlu diperhatikan bahwa orang yang bekerja di pharmacy disebut sebagai pharmacist. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini diterjemahkan menjadi apoteker. Jangan tertukar antara nama tempat (pharmacy) dengan nama profesinya (pharmacist).
Secara tata bahasa, pharmacy adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun) ketika merujuk pada toko fisik, sehingga dapat menggunakan bentuk jamak pharmacies. Namun, ketika merujuk pada bidang ilmu, kata ini biasanya bersifat tidak dapat dihitung (uncountable noun).
Meanings
Toko atau tempat penjualan obat-obatan medis
"The university offers a degree in pharmacy."
Saya harus mampir ke apotek untuk mengambil resep saya.
Ilmu dan teknik dalam menyiapkan serta menyalurkan obat-obatan
"I need to stop at the pharmacy to pick up my prescription."
Dia memutuskan untuk mengambil gelar di bidang farmasi agar menjadi apoteker berlisensi.