mortar
Kata mortar memiliki beberapa makna yang sangat berbeda tergantung pada konteksnya, sehingga pembelajar bahasa Inggris harus berhati-hati agar tidak tertukar. Dalam konteks konstruksi, mortar merujuk pada bahan perekat seperti semen atau campuran kapur yang digunakan untuk menyatukan batu bata. Sementara itu, dalam konteks militer, mortar adalah jenis senjata artileri yang melontarkan proyektil dengan lintasan melengkung tinggi. Terakhir, dalam konteks dapur atau farmasi tradisional, mortar merujuk pada wadah berbentuk mangkuk tebal (lumang) yang digunakan bersama alu untuk menghaluskan bahan.
Perbedaan Kontekstual dan Nuansa
Kesalahan umum bagi penutur bahasa Indonesia adalah menganggap mortar hanya sebagai senjata (mortir), karena kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia sebagai istilah militer. Namun, dalam percakapan sehari-hari di negara berbahasa Inggris, mortar lebih sering muncul dalam konteks bangunan atau memasak.
Konstruksi: Digunakan saat membahas pembangunan dinding atau renovasi rumah. Contoh: The bricklayer applied the mortar carefully (Tukang batu itu mengoleskan mortar dengan hati-hati).
Alat Penghalus: Sering dipasangkan dengan kata pestle (alu). Frasa mortar and pestle adalah satu kesatuan yang merujuk pada alat lumang dan alu.
Militer: Digunakan dalam konteks strategi perang atau persenjataan berat. Contoh: The enemy was attacked by mortar fire (Musuh diserang oleh tembakan mortir).
Kekeliruan Terjemahan yang Sering Terjadi
Jangan menggunakan kata mortar untuk merujuk pada semen murni (cement). Meskipun keduanya berkaitan, cement adalah bahan bubuk pengikatnya, sedangkan mortar adalah campuran akhir (semen, pasir, air) yang siap digunakan untuk merekatkan batu bata. Menggunakan cement saat seharusnya menggunakan mortar dapat dianggap kurang tepat secara teknis dalam bidang arsitektur.
Selain itu, pastikan untuk membedakan antara mortar sebagai benda dan tindakan merekatkan. Untuk tindakan menyatukan batu bata menggunakan bahan tersebut, gunakan kata kerja seperti bond atau cement, namun dalam konteks spesifik penggunaan mortar, istilah merekatkan adalah padanan yang paling tepat dalam bahasa Indonesia.
Uncountable when referring to the wet paste used in masonry. Countable when referring to a weapon, a grinding bowl, or a graduation cap.
Meanings
Campuran kapur, semen, pasir, dan air yang digunakan dalam bangunan untuk merekatkan batu bata atau batu
Senjata artileri berat yang melontarkan peluru peledak dengan sudut tinggi
Wadah kokoh, biasanya terbuat dari batu atau keramik, yang digunakan bersama alu untuk menghaluskan bahan
Topi berbentuk persegi atau silinder yang dikenakan oleh wisudawan selama upacara kelulusan