plaster
Kata plaster memiliki beberapa makna yang sangat berbeda tergantung pada konteksnya, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi istilah yang berbeda pula. Hal ini sering kali membingungkan bagi pembelajar bahasa Inggris karena satu kata mencakup bidang konstruksi, medis, dan tindakan fisik.
Nuansa Makna dan Konteks Penggunaan
Dalam konteks konstruksi, plaster merujuk pada material bangunan (plester) yang digunakan untuk menghaluskan dinding. Penggunaannya berfokus pada hasil akhir permukaan yang rata dan bersih. Sementara itu, dalam konteks medis, plaster memiliki dua arti yang berbeda: pertama sebagai plester luka (perekat kecil untuk luka ringan), dan kedua sebagai gips (balutan keras untuk tulang patah). Perbedaan ini sangat krusial; jangan sampai tertukar antara plester luka yang bisa dilepas sendiri dengan gips yang harus dipasang oleh tenaga medis.
Sebagai kata kerja, plaster bisa berarti memplester dinding, namun sering digunakan secara metaforis untuk menggambarkan tindakan menempelkan sesuatu dalam jumlah banyak atau menutupi permukaan secara menyeluruh. Misalnya, ketika seseorang menempelkan banyak poster di dinding, kata plaster memberikan kesan bahwa permukaan tersebut hampir tertutup sepenuhnya.
Perbandingan dengan Kata Serupa
Penting untuk membedakan plaster dengan bandage (perban). Meskipun keduanya digunakan dalam medis, bandage adalah kain yang dililitkan untuk menekan luka atau menyangga sendi, sedangkan plaster (plester luka) adalah perekat kecil untuk luka sayat, atau plaster (gips) yang bersifat kaku dan keras.
❌ I need a bandage for this tiny cut. (Kurang tepat jika lukanya sangat kecil dan hanya butuh perekat).
✅ I need a plaster for this tiny cut. (Tepat untuk luka kecil yang membutuhkan plester luka).
❌ He has a bandage on his broken arm. (Kurang tepat jika maksudnya adalah cetakan keras).
✅ He has a plaster cast on his broken arm. (Tepat untuk penggunaan gips).
Catatan Tata Bahasa
Kata plaster dapat berfungsi sebagai kata benda (material atau alat medis) maupun kata kerja (tindakan mengoleskan atau menempelkan). Saat digunakan sebagai kata kerja untuk menempelkan sesuatu, kata ini sering diikuti oleh objek dan lokasi, seperti dalam frasa plaster the walls with posters (menempelkan poster di seluruh dinding).
Uncountable when referring to the wet building material used for walls ('a bucket of plaster'). Countable when referring to a small adhesive bandage for a cut ('I need a plaster from the first-aid kit').
Meanings
Campuran lunak dari kapur, semen, atau gips yang digunakan untuk melapisi dinding dan langit-langit
Use plaster.
Potongan kecil kain perekat yang digunakan untuk menutup luka atau sayatan kecil
Apply plaster.
Pembalut keras yang terbuat dari kasa dan plester yang digunakan untuk menjaga tulang yang patah agar tidak bergerak
Wear plaster.
Melapisi dinding atau langit-langit dengan lapisan plester
Plaster walls.
Menutupi permukaan secara menyeluruh dengan sejumlah besar benda
Plaster walls with posters.
Examples
Perawat itu memasang plester luka baru pada luka sayatannya.
Mereka menutupi lorong itu dengan selebaran kampanye.
Reruntuhan kuno itu masih menunjukkan jejak plester berwarna.
Lobi itu ditutupi dengan iklan untuk acara gala.
Saya meminta maaf atas kekacauan ini saat kami memplester langit-langit.
Phrasal Verbs
plaster over
Menutupi sesuatu untuk menyembunyikan kekurangan atau masalah
Pemerintah mencoba menutupi keretakan dalam ekonomi dengan subsidi sementara.