temerity
temerity merujuk pada jenis keberanian yang tidak tepat, di mana seseorang melakukan sesuatu yang dianggap terlalu berani, tidak sopan, atau tidak tahu diri. Berbeda dengan courage atau bravery yang memiliki konotasi positif (keberanian yang mulia atau teruji), temerity selalu membawa nuansa negatif. Kata ini menggambarkan tindakan yang melampaui batas norma sosial atau hierarki kekuasaan.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Dalam bahasa Indonesia, temerity paling tepat diterjemahkan sebagai kelancangan atau keberanian yang lancang. Jika courage adalah keberanian untuk menghadapi bahaya, maka temerity adalah keberanian untuk menyinggung atau menantang otoritas tanpa alasan yang benar.
courage: Keberanian positif (contoh: menyelamatkan orang dari kebakaran).
temerity: Keberanian negatif/lancang (contoh: memotong pembicaraan atasan dengan nada meremehkan).
Konteks Penggunaan
Kata ini biasanya digunakan dalam situasi formal untuk mengkritik perilaku seseorang yang dianggap tidak memiliki rasa hormat. Sering kali dipasangkan dengan kata kerja have the temerity to (memiliki kelancangan untuk).
Benar: He had the temerity to tell the judge that he was wrong. (Dia memiliki kelancangan untuk memberi tahu hakim bahwa hakim itu salah.)
Salah: Menggunakan temerity untuk memuji seseorang yang berani mengambil risiko bisnis yang cerdas; dalam konteks ini, gunakan boldness atau audacity (tergantung nuansanya).
Catatan Tata Bahasatemerity adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun). Oleh karena itu, kata ini tidak digunakan dalam bentuk jamak dan biasanya tidak diawali dengan artikel a atau an.
Meanings
Kepercayaan diri atau keberanian yang berlebihan; kelancangan
He had the temerity to question the CEO's decision in front of the entire board.
Dia memiliki keberanian yang lancang untuk mempertanyakan keputusan CEO di depan seluruh dewan direksi.