stopwatch
stopwatch merujuk pada alat pengukur waktu yang sangat spesifik, yaitu yang dimulai dan dihentikan secara manual oleh pengguna untuk mengukur durasi suatu peristiwa. Dalam bahasa Indonesia, kata ini telah diserap sepenuhnya menjadi "stopwatch", sehingga penggunaannya sangat lugas. Namun, penting bagi pembelajar untuk membedakannya dengan clock (jam dinding/meja) yang menunjukkan waktu saat ini, atau watch (jam tangan) yang digunakan untuk memantau waktu sepanjang hari.
Perbedaan Nuansa dengan Alat Pengukur Waktu Lain
Perbedaan utama antara stopwatch dan timer sering kali membingungkan bagi penutur bahasa Indonesia karena keduanya bisa diterjemahkan sebagai "pengatur waktu". Namun, secara semantik, stopwatch digunakan untuk mengukur berapa lama sesuatu berlangsung (menghitung maju), sedangkan timer biasanya digunakan untuk memberi peringatan ketika waktu tertentu telah habis (menghitung mundur).
Contoh penggunaan stopwatch: Mengukur waktu lari 100 meter dari garis start hingga finish.
Contoh penggunaan timer: Mengatur alarm selama 10 menit untuk merebus telur.
Konteks Penggunaan dan Kolokasi
Kata ini paling sering muncul dalam konteks olahraga, sains, dan manajemen waktu yang presisi. Dalam bahasa Inggris, terdapat beberapa frasa umum yang sering menyertai kata ini, seperti start the stopwatch (memulai stopwatch) atau stop the stopwatch (menghentikan stopwatch).
Benar: The coach started the stopwatch as soon as the race began. (Pelatih memulai stopwatch segera setelah perlombaan dimulai.)
Salah: Menggunakan clock untuk mengukur durasi lomba, karena clock lebih merujuk pada penunjuk jam secara umum, bukan alat pengukur interval waktu yang presisi.
Meanings
Alat pengukur waktu genggam yang dirancang untuk mengukur jumlah waktu yang berlalu dari titik awal tertentu hingga titik akhir, biasanya digunakan untuk menghitung waktu perlombaan atau eksperimen
The coach used a stopwatch to time the sprinters.
Pelatih menggunakan stopwatch untuk menghitung waktu para pelari cepat.