peal
Kata peal digunakan untuk menggambarkan suara yang keras, dalam, dan biasanya berlangsung lama. Nuansa utamanya adalah volume yang masif dan resonansi yang kuat, yang sering kali terjadi secara tiba-tiba atau berulang-ulang.
Nuansa Penggunaan
Dalam konteks fisik, peal paling sering dikaitkan dengan lonceng gereja atau guntur. Perbedaan utamanya dengan kata ring adalah bahwa peal menyiratkan intensitas yang jauh lebih besar dan skala yang lebih luas. Jika ring bisa berarti bunyi lonceng kecil yang sederhana, peal menggambarkan bunyi lonceng besar yang menggema di seluruh area.
Secara metaforis, kata ini digunakan untuk menggambarkan reaksi manusia yang spontan dan keras, seperti tawa atau tepuk tangan. Dalam hal ini, peal memberikan gambaran tentang suara yang "meledak" secara kolektif, bukan sekadar tertawa biasa.
Contoh penggunaan suara alam: a peal of thunder (gelegar guntur).
Contoh penggunaan reaksi manusia: a peal of laughter (ledakan tawa).
Perbandingan dengan Kata Serupa
Pengguna bahasa Indonesia perlu membedakan peal dengan clap. Meskipun keduanya bisa digunakan untuk guntur (clap of thunder), clap merujuk pada satu dentuman tunggal yang tajam dan singkat, sedangkan peal merujuk pada suara yang lebih panjang, bergema, dan bergelombang.
Dari sisi tata bahasa, peal dapat berfungsi sebagai kata benda (suara itu sendiri) maupun kata kerja (tindakan membunyikan lonceng secara besar-besaran).
Meanings
Suara lonceng yang keras dan berkepanjangan saat dibunyikan bersamaan
The peal of church bells announced the wedding.
Dentang lonceng gereja mengumumkan pernikahan tersebut.
Suara tawa atau kebisingan yang keras dan tiba-tiba
A sudden peal of laughter erupted from the back of the room.
Ledakan tawa tiba-tiba pecah dari bagian belakang ruangan.
Membunyikan sekumpulan lonceng dengan keras dan dalam waktu yang lama
The bell-ringers pealed the bells to celebrate the victory.
Para pemukul lonceng membunyikan lonceng untuk merayakan kemenangan itu.