organization
Kata organization dapat merujuk pada sekelompok orang (kata benda terhitung) atau proses/keadaan menjadi teratur (kata benda tidak terhitung).
Saat merujuk pada kelompok, kata ini bisa diikuti oleh kata kerja tunggal maupun jamak, tergantung apakah kelompok tersebut dipandang sebagai satu kesatuan atau kumpulan individu (contoh: "The organization is planning..." vs. "The organization are meeting..."). Dalam bahasa Inggris Amerika, kata kerja tunggal lebih umum digunakan untuk kata benda kolektif.
Kata ini sering digunakan dalam konteks formal atau bisnis, namun juga umum muncul dalam percakapan sehari-hari saat membahas perencanaan pribadi atau kerapian.
đź’¬Casual Conversation
Chloe, the state of your room is beyond me. Where is the organization?
Chloe, Mama udah nggak habis pikir sama kondisi kamarmu. Mana keteraturannya?
Mom, chill. My chaos is just, like, peak liberal arts student aesthetic.
Ma, santai aja kali. Kekacauan ini tuh, kayak, peak estetika mahasiswa sastra banget tau.
Meanings
Kelompok orang terstruktur yang bekerja sama untuk tujuan tertentu
"a non-profit organization"
Tindakan atau kualitas dalam mengatur sesuatu secara sistematis dan efisien
"better time organization"
Collocations & Compounds
non-profit organization
organisasi nirlaba; kelompok yang dibentuk untuk tujuan selain mencari keuntungan, sering kali untuk amal atau pendidikan
Dia bekerja sebagai sukarelawan di sebuah organisasi nirlaba.
international organization
organisasi internasional; entitas yang didirikan melalui perjanjian atau konvensi antara dua negara atau lebih
PBB adalah salah satu organisasi internasional terbesar di dunia.
organizational structure
struktur organisasi; sistem hierarki dan hubungan pelaporan di dalam suatu organisasi
Perusahaan sedang meninjau kembali struktur organisasi untuk meningkatkan efisiensi.
lack of organization
kurangnya pengorganisasian; keadaan di mana segala sesuatu tidak diatur secara sistematis atau efisien
Proyek itu gagal karena kurangnya pengorganisasian yang baik dalam tim.
criminal organization
organisasi kriminal; kelompok orang terstruktur yang terlibat dalam kegiatan ilegal
Polisi berhasil membongkar jaringan organisasi kriminal tersebut.
Cultural Context
Arsitektur Keteraturan: Mengapa Obsesi Manusia terhadap Pengorganisasian adalah Keharusan Biologis
Mulai dari penyusunan rak bumbu yang teliti hingga kompleksitas perusahaan multinasional yang luas, dorongan manusia menuju pengorganisasian jauh lebih dari sekadar ciri kepribadian atau trik produktivitas. Pada intinya, ini adalah strategi biologis fundamental untuk bertahan hidup yang dikenal sebagai 'pengurangan beban kognitif'.
Otak kita pada dasarnya adalah mesin pengenal pola. Saat kita menghadapi kekacauan—baik itu meja yang berantakan atau kelompok orang yang tidak terstruktur—korteks prefrontal kita harus bekerja ekstra keras untuk memproses gangguan tersebut dan mengidentifikasi informasi yang relevan. Hal ini menciptakan kelelahan mental. Dengan menerapkan pengorganisasian pada lingkungan kita, kita secara efektif 'mengalihdayakan' memori dan daya pemrosesan ke dunia fisik. Ruang kerja yang terorganisasi dengan baik bukan sekadar soal estetika; itu adalah peta spasial yang memberitahu otak, "Kamu tidak perlu membuang energi untuk mencari stapler; barangnya selalu ada di sini." Pembebasan sumber daya mental ini memungkinkan kita mendedikasikan bandwidth kognitif kita untuk pemecahan masalah tingkat tinggi dan kreativitas.
Impuls ini meluas jauh ke dalam evolusi sosial kita. Transisi dari ikatan kekerabatan yang longgar menuju organisasi formal—pembentukan kelompok terstruktur dengan peran dan hierarki yang jelas—menjadi katalis bagi peradaban manusia. Tanpa kemampuan untuk mengorganisasi tenaga kerja, pengetahuan khusus, dan distribusi sumber daya, keajaiban dunia kuno, mulai dari Piramida Giza hingga akuaduk Romawi, tidak akan mungkin terwujud. 'Organisasi' masyarakat memungkinkan manusia mencapai tujuan yang secara matematis mustahil dilakukan oleh seorang individu.
Namun, ada paradoks psikologis yang terjadi: ketegangan antara pengorganisasian dan entropi. Meskipun kita mendambakan keteraturan untuk mengurangi kecemasan, kekakuan yang berlebihan dapat menyebabkan stagnasi. Organisasi paling sukses dalam sejarah—baik secara biologis maupun sosial—adalah organisasi yang menjaga keseimbangan antara struktur dan fleksibilitas. 'Tepi kekacauan' inilah tempat inovasi terjadi. Kita melakukan pengorganisasian bukan untuk menghilangkan perubahan, melainkan untuk menciptakan platform yang cukup stabil sehingga kita dapat melompat dengan aman menuju hal-hal yang tidak diketahui.