hurt
/hɜːt/
Kata hurt memiliki cakupan makna yang sangat luas, mencakup rasa sakit fisik maupun penderitaan emosional. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk memahami bahwa hurt dapat berfungsi sebagai kata kerja (melukai/menyakiti), kata sifat (sakit/terluka), maupun kata benda (rasa sakit).
Nuansa Fisik dan Emosional
Dalam konteks fisik, hurt digunakan untuk menggambarkan rasa sakit yang terjadi secara tiba-tiba atau cedera yang mengakibatkan rasa nyeri. Kata ini sering digunakan secara bergantian dengan pain, namun hurt lebih sering menekankan pada proses terjadinya rasa sakit atau kondisi tubuh yang sedang terasa nyeri. Contohnya, kalimat My leg hurts berarti "Kaki saya terasa sakit".
Dalam konteks emosional, hurt merujuk pada perasaan sedih, kecewa, atau tersinggung akibat tindakan orang lain. Nuansanya lebih dalam daripada sekadar merasa sedih; ada unsur luka batin atau pengkhianatan yang terlibat. Misalnya, I feel hurt by your words berarti "Saya merasa tersakiti oleh kata-katamu".
Perbandingan dengan Kata Serupa
Sering terjadi kebingungan antara hurt dengan injure atau wound. Meskipun ketiganya dapat diterjemahkan sebagai "melukai", terdapat perbedaan nuansa yang signifikan:
hurt adalah istilah yang paling umum dan kasual, bisa digunakan untuk rasa sakit ringan hingga berat, serta mencakup aspek mental.
injure biasanya digunakan untuk cedera fisik yang lebih serius, sering kali terkait dengan kecelakaan atau aktivitas fisik (misalnya cedera olahraga).
wound secara spesifik merujuk pada luka terbuka pada kulit, biasanya disebabkan oleh senjata atau benda tajam.
Penggunaan Tata Bahasa
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan hurt sebagai kata kerja yang tidak beraturan (irregular verb). Bentuk dasar, bentuk lampau (past tense), dan bentuk past participle-nya tetap sama, yaitu hurt - hurt - hurt. Hindari menambahkan akhiran -ed (seperti hurted), karena bentuk tersebut tidak baku dalam bahasa Inggris.
Benar: He hurt his back yesterday (Dia melukai punggungnya kemarin).
Salah: He hurted his back yesterday.
Selain itu, ketika digunakan sebagai kata sifat untuk menggambarkan perasaan seseorang, hurt sering mengikuti kata kerja bantu seperti feel atau be. Contoh: She was deeply hurt (Dia sangat terluka).
Meanings
Menyebabkan rasa sakit fisik atau cedera pada seseorang atau sesuatu
Be careful not to hurt yourself with those scissors.
Hati-hati agar tidak melukai diri sendiri dengan gunting itu.
Menyebabkan penderitaan emosional, kesedihan, atau ketersinggungan pada seseorang
I didn't mean to hurt her feelings with my comment.
Aku tidak bermaksud menyakiti perasaannya dengan komentarku.
Terkena rasa sakit; merasakan penderitaan fisik atau emosional
My legs still hurt after the marathon.
Kaki-kakiku masih terasa sakit setelah maraton.
Cedera, luka secara fisik, atau tertekan secara emosional
He felt deeply hurt by the betrayal of his closest friend.
Dia merasa sangat terluka oleh pengkhianatan teman terdekatnya.